Intertek Group, perusahaan inspeksi dan sertifikasi pengujian produk multinasional, melonjak 3,40 persen, menjadi peraih keuntungan teratas (top gainer) dari saham-saham unggulan atau "blue chips".
Diikuti oleh saham Paddy Power Betfair dan Smith & Nephew, yang masing-masing meningkat 2,61 persen dan 1,58 persen.
Sementara itu, Mediclinic International, kelompok rumah sakit swasta internasional, mengalami kerugian paling besar (top loser) dari saham-saham unggulan, dengan sahamnya anjlok 9,42 persen.
Disusul oleh saham 3i Group, perusahaan ekuitas dan modal ventura Inggris, yang merosot 2,82 persen, serta Micro Focus International, perusahaan perangkat lunak dan teknologi informasi Inggris, turun 2,32 persen.
Di Jerman, saham-saham Jerman berakhir lebih rendah pada Kamis (24/5), dengan indeks acuan DAX-30 di Bursa Efek Frankfurt melemah 121,75 poin atau 0,94 persen, menjadi 12.855,09 poin.
Commerzbank mengalami kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips", dengan sahamnya anjlok 5,82 persen.
Disusul oleh saham Deutsche Bank dan perusahaan bahan bangunan multinasional HeidelbergCement, yang masing-masing kehilangan 4,41 persen dan 3,15 persen.
Di sisi lain, perusahaan kimia multinasional Linde, mencatat kenaikan 1,51 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar (top gainer) di antara saham-saham unggulan.
Diikuti oleh saham produsen semikonduktor Infineon Technologies dan perusahaan perangkat lunak SAP, yang masing-masing menguat 1,06 persen dan 0,34 persen.
Produsen otomotif Daimler adalah saham yang paling banyak diperdagangkan sepanjang hari dengan omset mencapai 446,10 juta euro (523,18 juta dolar AS).
Di Prancis, saham-saham Prancis ditutup lebih rendah pada perdagangan Kamis (24/5), dengan indeks acuan CAC-40 di Paris melemah 0,31 persen atau 17,40 poin, menjadi 5.548,45 poin.
Sebanyak 27 saham dari 40 saham perusahaan-perusahaan besar yang tergabung dalam komponen indeks CAC-40 tercatat mengalami penurunan harga.
Perusahaan perbankan Prancis Credit Agricole anjlok 2,37 persen, menjadi penderita kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips".
Diikuti oleh saham perusahaan telekomunikasi internasional Bouygues yang merosot turun 2,11 persen, dan pemasok otomotif Prancis Valeo turun 2,08 persen.
Sementara itu, STMicroelectronics, perusahaan elektronik dan produsen semikonduktor multinasional Prancis-Italia maju 1,69 persen, merupakan peraih keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan.
Disusul oleh saham perusahaan barang mewah Prancis, Kering, yang menguat 1,48 persen, dan perusahaan produk makanan multinasional Prancis Danone naik 1,23 persen.
Di Spanyol, saham-saham Spanyol berakhir lebih rendah pada perdagangan Kamis (24/5), dengan indeks acuan IBEX-35 di Madrid turun 0,29 persen atau 29 poin, menjadi 9.996 poin.
Sebanyak 25 saham dari 35 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks IBEX-35 tercatat mengalami penurunan harga.
Bank terbesar ketiga Spanyol Caixabank mengalami kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau (blue chips), dengan sahamnya jatuh 2,40 persen.
Diikuti oleh saham perusahaan real estat Inmobiliaria Colonial dan produsen baja stainless Acerinox, yang masing-masing turun 1,47 persen dan 1,44 persen.
Di sisi lain, pengecer terkemuka di dunia Inditex melonjak 3,32 persen, menjadi peraih keuntungan teratas (top gainer) di antara saham-saham unggulan.
Disusul oleh saham perusahaan telekomunikasi Cellnex yang meningkat 2,44 persen dan jaringan supermarket DIA naik 0,90 persen. (*)
Pewarta: SupervisorEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.