Jakarta (Antara) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi bergerak menguat sebesar 16 poin menjadi Rp13.762, sedangkan
Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia (IHSG BEI) dibuka menguat sebesar 4,32 poin. 

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi bergerak menguat sebesar 16 poin menjadi Rp13.762 dibanding posisi sebelumnya Rp13.778 per dolar AS.

Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail di Jakarta, Senin mengatakan bahwa nilai tukar rupiah mengalami apresiasi terhadap dolar AS seiring dengan penjagaan Bank Indonesia.

"Cadangan devisa Indonesia bulan Maret yang turun menunjukan Bank Indonesia berada di pasar untuk menjaga nilai tukar rupiah sesuai fundamentalnya," katanya.

Bank Indonesia mencatat, posisi cadangan devisa Indonesia akhir Maret 2018 tercatat 126,00 miliar dolar AS, masih cukup tinggi meskipun lebih rendah dibandingkan dengan posisi akhir Februari 2018 sebesar 128,06 miliar dolar AS.

Di sisi lain, lanjut dia, pergerakan dolar AS juga relatif mendatar terhadap sejumlah mata uang utama dunia lainnya. Dolar AS diperkirakan masih akan bergerak di rentang terbatas seiring masih tingginya ketidakpastian akan kemungkinan perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

"Investor masih menunggu respon Tiongkok terhadap pernyataan presiden AS Donald Trump yang akan menaikan tarif impor barang tiongkok," katanya.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menambahkan dolar AS masih dibayangi sentimen mengenai aksi saling balas ancaman kenaikan tarif impor antara Amerika Serikat-Tiongkok.

"Saling membalas pengenaan tarif impor mengindikasikan situasi belum kondusif," katanya. 

IHSG

Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia (IHSG BEI), Senin, dibuka menguat sebesar 4,32 poin seiring dengan sebagian investor yang mulai melakukan aksi beli.

IHSG BEI dibuka menguat sebesar 4,32 poin atau 0,07 persen ke posisi 6.179,38. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak naik 1,08 poin (0,110 persen) menjadi 1.008,67.

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Senin mengatakan bahwa sentimen fundamental ekonomi nasional yang kondusif masih menjadi salah sat faktor yang mendorong investor kembali melakukan aksi beli.

"IHSG masih terbuka peluang untuk menguat meski dalam jangka pendek," kata Reza.

Ia menambahkan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah yang stabil terhadap dolar AS turut memberi harapan positif bagi pergerakan bursa saham di dalam negeri.

"Namun, investor diharapkan tetap waspada mengingat sentimen perang dagang Amerika Serikat-Tiongkok masih membayangi," katanya.

Sementara itu, Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere di Jakarta, Senin mengatakan bahwa sentimen perang dagang antara Ameriika Serikat-tioongkok masih menjadi isu utama saat ini.

"Hingga ada negosiasi atau tercapai kesepakatan diantara keduanya, maka ketidakpastian masih tinggi," kata Nico Omer.

Bursa regional, di antaranya indeks bursa Nikkei naik 13,85 poin (0,06 persen) ke 21.581,36, indeks Hang Seng menguat 206,89 poin (0,69 persen) ke 30.051,83 dan Straits Times melemah 22,41 poin (0,65 persen) ke posisi 3.420,09. (*)

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026