DPS Pilkada Tulungagung Didominasi Perempuan

id pilkada tulungagung, DPS

DPS Pilkada Tulungagung Didominasi Perempuan

Peserta beraktivitas di salah satu stand pameran bertema Bazaar Raya Pilkada 2018 yang digelar KPU Tulungagung di Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (16/3). Antara Jatim/Destyan Sujarwoko/zk/18

"Kami berharap partisipasi pemilih tinggi di pilkada serentak 27 Juni nanti," kata Suprihno.
Tulungagung (Antaranews Jatim) - Jumlah pemilih perempuan di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, lebih besar dibanding pemilih laki-laki, mengacu daftar pemilih sementara (DPS) yang diumumkan KPU setempat, Kamis (22/3).

"Ya, pemilih perempuan lebih mendominasi dibanding pemilih laki-laki," kata Ketua KPU Tulungagung Suprihno di Tulungagung, Jumat.

Berdasar rekap data DPS yang diumumkan KPU Tulungagung, jumlah total pemilih berdasar hasil pencocokan dan penelitian (coklit) lapangan adalah sebanyak 852.116 jiwa.

Jumlah itu jauh lebih sedikit dibanding data DP4 (daftar penduduk pemilih potensial pemilu) yang mencapai 905.672 jiwa.

"Banyak data penduduk yang ada DP4 tidak kami temukan saat dilakukan coklit lapangan, sehingga terverifikasi sebanyak 852.116 jiwa tadi. Itu termasuk 21.741 orang pemilih potensial non-KTPE," katanya.

Dari jumlah DPS itu, lanjut dia, pemilih perempuan tercatat sebanyak 428.116 jiwa.

Selisih sekitar 5.000 pemilih lebih banyak dibanding jumlah pemilih laki-laki yang tercatat sebanyak 423.544 jiwa.

Para pemilih itu tersebar di 19 kecamatan dan 271 desa/kelurahan. "Kami berharap partisipasi pemilih tinggi di pilkada serentak 27 Juni nanti," kata Suprihno.

Peta daftar pemilih masih mungkin berubah. Pasalnya, DPS yang telah kelar disusun KPU kini masih diverifikasi ulang oleh pihak dinas kependudukan dan catatan sipil.

Validasi terutama dilakukan terhadap 21.741 pemilih potensial non-KTPE yang ditemukan KPU selama gelaran coklit, maupun hasil pengaduan masyarakat.

Jumlah ini menurut keterangan Kepala Dispendukcapil Tulungagung justi Taufik bisa saja benar, namun tidak menutup kemungkinan tidak lolos penyaringan karena data kependudukan tidak ditemukan atau bermasalah.

"Ya, saat ini semua masih diteliti satu per satu dan nanti akan kami jelaskan semuanya dalam jawaban resmi tertulis ke KPU," kata Justi Taufik. (*)
Pewarta :
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar