London (Antara/Xinhua) - Saham-saham Inggris berakhir lebih rendah pada perdagangan Kamis (22/2), dengan indeks acuan FTSE-100 di Bursa Efek London melemah 29,18 poin atau 0,40 persen, menjadi 7.252,39 poin. 
Centrica, perusahaan utilitas multinasional Inggris, melonjak 7,53 persen, menjadi pencetak kenaikan terbesar (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips".
Diikuti oleh saham Barclays dan NMC Health, yang masing-masing naik 4,40 persen dan 3,24 persen.
Di sisi lain, Barratt Developments, perusahaan pengembang properti residensial Inggris, mengalami kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan sahamnya jatuh 2,75 persen.
Disusul oleh saham BAE Systems, perusahaan pertahanan, keamanan, dan kedirgantaraan multinasional Inggris, merosot 2,73 persen, serta TUI, perusahaan perjalanan dan pariwisata multinasional, turun 2,15 persen.
Di Prancis, saham-saham Prancis ditutup sedikit menguat pada perdagangan Kamis (22/2), dengan indeks acuan CAC-40 naik tipis 0,13 persen atau 7,06 poin, menjadi 5.309,23 poin.
Sebanyak 23 saham dari 40 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks CAC-40 berhasil mencatat kenaikan harga.
TechnipFMC, sebuah perusahaan layanan siklus hidup untuk industri energi yang berbasis di Inggris, maju 3,91 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan atau "blue chips".
Diikuti oleh saham perusahaan transnasional Prancis Veolia Environment yang naik 2,12 persen, serta perusahaan multinasional Prancis Air Liquide yang memasok gas dan jasa-jasa industri menguat 1,08 persen.
Sementara itu, produsen elektronik dan semikonduktor multinasional Prancis-Italia, STMicroelectronics turun 2,00 persen, menjadi penderita kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan.
Disusul oleh saham produsen ban Prancis Michelin yang kehilangan 1,33 persen, serta perusahaan jasa IT Eropa Atos melemah 1,09 persen.
Di Jerman, saham-saham Jerman ditutup sedikit lebih rendah pada perdagangan Kamis (22/2), dengan indeks acuan DAX-30 di Bursa Efek Frankfurt turun 8,58 poin atau 0,07 persen, menjadi 12.461,91 poin.
Perusahaan telekomunikasi Jerman, Deutsche Telekom, kehilangan 2,59 persen, mengalami kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips".
Diikuti oleh saham perusahaan perawatan pribadi Beiersdorf dan perusahaan bahan bangunan multinasional HeidelbergCement, yang masing-masing turun 1,65 dan 1,34 persen.
Sementara itu, perusahaan media massa Eropa ProSiebenSat.1 naik 2,98 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar (top gainer) di antara saham-saham unggulan.
Disusul oleh saham perusahaan kimia dan barang konsumsi Henkel yang menguat 2,54 persen, serta operator pasar untuk perdagangan saham dan sekuritas Deutsche Boerse naik sebesar 1,53 persen.
Deutsche Telekom adalah saham yang paling aktif diperdagangkan sepanjang hari dengan omset mencapai 437,30 juta euro (536,82 juta dolar AS).
Di Spanyol, saham-saham Spanyol berakhir lebih tinggi pada Kamis (22/2), dengan indeks acuan IBEX-35 di Madrid naik 0,54 persen atau 53,20 poin, menjadi 9.876,50 poin.
Sebanyak 20 saham dari 35 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks IBEX-35, berhasil mencatat kenaikan harga.
Perusahaan telekomunikasi Telefonica maju 3,80 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan atau "blue chips".
Disusul oleh saham jaringan supermarket DIA yang meningkat 2,90 persen, dan perusahaan infrastruktur gas alam Enagas naik 1,93 persen.
Di sisi lain, perusahaan infrastruktur ACS kehilangan 1,33 persen, menjadi penderita kerugian terbesar (top loser) dari saham-saham unggulan.
Diikuti oleh saham bank terbesar ketiga di Spanyol, Caixabank, yang melemah 0,96 persen, dan produsen baja stainless Acerinox turun 0,58 persen. (*)


Pewarta: Supervisor
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026