Dishub Surabaya Respons Video Pemerasan di Terminal Purabaya

id video pemerasan di terminal purabaya, dishub surabaya,video pemerasan, pemerasan di terminal,terminal purabaya

Dishub Surabaya Respons Video Pemerasan di Terminal Purabaya

Kepala Dishub Surabaya Irvan Wahyu Drajad (Abdul Hakim)

Kami belum mengetahui siapa pelakunya. Tapi yang jelas, kami tidak mengizinkan bus Sari Indah untuk beroperasi
Surabaya (Antaranews Jatim) - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya merespons adanya video pemerasan yang diduga dilakukan oleh calo atau crew bus Sari Indah kepada salah seorang penumpang bus di Terminal Purabaya beberapa hari lalu.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya Irvan Wahyudrajat, di Surabaya, Selasa, mengatakan saat ini pihaknya bersama jajaran kepolisian dan TNI sedang mencari calo atau crew bus Sari Indah yang terlibat dalam aksi tidak terpuji tersebut.

"Kami belum mengetahui siapa pelakunya. Tapi yang jelas, kami tidak mengizinkan bus Sari Indah untuk beroperasi," katanya.

Selain berkoordinasi dengan jajaran penegak hukum, Dishub juga melaporkan kejadian ini kepada Kementerian Perhubungan agar pihak bus mendapat teguran dan segera ditindaklanjuti.

Nantinya, lanjut Irvan, apabila calo atau crew bus Sari Indah yang berada di dalam video sudah ditangkap, dirinya akan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwajib.

"Nanti yang menindaklanjuti penegak hukum sesuai dengan prosedur," ujarnya.

Menurut Irvan, kejadian pemerasan yang dilakukan calo atau crew bus Sari Indah disebabkan karena penumpang tidak mengetahui jalur masuk bus. Irvan menduga, calon penumpang yang ada di dalam video tersebut masuk melalui pintu keluar.

Hal ini, lanjut Irvan yang membuat para calo dengan leluasa mengelabuhi calon penumpang. "Biasanya penumpang langsung ditarik dan dipaksa. Sulit memang, membedakan crew atau calo bus," katanya.

Kendati demikian, kata Irvan, kejadian semacam ini sebenarnya tidak perlu terjadi. Sebab, Dishub telah memfasilitasi pemesanan tiket secara daring dengan nama e-tiket bagi penumpang yang ingin menggunakan moda transportasi bus.

"Salah satu fasilitas ini untuk menghindari sekaligus mengamankan penumpang dari praktik calo," katanya.

Selain itu, Irvan bersama Kementerian Perhubungan menghimbau agar seluruh bus Antar-Kota Antar-Provinsi (AKAP) dipasang CCTV. Hal ini dilakukan untuk memudahkan penegak hukum saat menangkap oknum yang melakukan praktik-praktik calo di dalam bus.

Tidak hanya itu, Irvan juga meminta kepada Kementerian Perhubungan untuk mengatur kembali aturan tarif bus AKAP dan non-ekonomi yang selama ini ditentukan oleh operator bus.

"Perlu adanya pembatasan tarif bus, karena jika tidak akan sangat membahayakan," katanya.

Sebelumnya, video ini ramai diperbincangkan setelah salah seorang penumpang dengan nama akun sang pejuang berhasil merekam dan mengunggah aksi praktik percaloan tiket bus Sari Indah jurusan Surabaya-Jakarta dengan tarif 4 kali lipat di facebook e100.

Dalam video terlihat dua oknum mendekati calon penumpang bus untuk menarik karcis bus dan memaksa calon penumpang membayar tiket dengan harga yang tidak sesuai dengan harga sebenarnya. Video tersebut mendapat komentar yang tajam dari berbagai netter dan dibagikan sebanyak 13 ribu kali. (*)
Pewarta :
Editor: Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar