Relawan Antihoaks Khofifah-Emil terdiri dari berbagai kalangan masyarakat, mulai dari mahasiswa, tokoh masyarakat, hingga kader partai politik pengusung
Surabaya, 16/2 (Antara) - Sejumlah pendukung Khofifah Indar Parawansa - Emil Elestianto Dardak mendeklarasikan "Relawan Antihoaks Khofifah-Emil" untuk mengawal pasangan calon gubernur nomor urut 1 itu di Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur (Pilkada Jatim) 2018.

"Kami akan mengawal Khofifah-Emil dari serangan orang-orang yang tidak bertanggung jawab dengan menyebar pemberitaan bohong atau menyesatkan melalui media sosial maupun media daring," ujar Koordinator Relawan Antihoaks Aan Ainur Rofiq usai deklarasi di Surabaya, Jumat.

Dia mengatakan Relawan Antihoaks Khofifah-Emil terdiri dari berbagai kalangan masyarakat, mulai dari mahasiswa, tokoh masyarakat, hingga kader partai politik pengusung, yaitu Golkar, Demokrat, PPP, PAN, Nasdem dan Hanura.

Relawan Antihoaks Khofifah-Emil selanjutnya akan disebar di sejumlah zona wilayah Jawa Timur, yang terdiri dari kawasan Surabaya, Mataraman, Madura, Tapal Kuda dan Pantai Utara (Pantura).

"Tiap zona terdiri dari lima hingga 10 relawan," katanya.

Aan mengatakan, setelah dideklarasikan hari ini, langkah awal akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk berkonsultasi dengan pihak kepolisian untuk mencari tahu batasan-batasan pemberitaan yang tergolong hoaks di media sosial atau media daring yang dapat dikategorikan sebagai tindak pidana.

"Secepatnya kami akan berkonsultasi ke Polrestabes Surabaya," ujarnya.

Relawan Antihoaks sendiri, Aan menandaskan, saat ini telah mengantongi sejumlah akun di media sosial yang belakangan dirasa kerap mendiskreditkan pasangan Khofifah-Emil, selain juga telah mengumpulkan gambar-gambar meme yang diduga hoaks.

Karenanya langkah awal untuk berkonsultasi ke Polrestabes Surabaya dinilai penting untuk menentukan apakah akun-akun ataupun gambar-gambar meme yang telah mereka kumpulkan bisa diproses secara hukum atau tidak.

Dengan begitu, lanjut dia, kerja Relawan Antihoaks juga turut membantu kinerja lembaga pemilihan umum maupun kepolisian dalam mencegah kemungkinan adanya upaya kampanye hitam.

"Kami ingin pasangan Khofifah-Emil menang secara elegan dan cantik tanpa menggunakan kampanye hitam di Pilkada Jatim 2018," ucapnya. (*)

Pewarta: Hanif Nashrullah
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026