Federer Dekati Peringkat Satu Dunia

id federer, peringkat satu dunia , tenis

Federer Dekati Peringkat Satu Dunia

Roger Federer (reuters.com) (Antaranews.com)


Amsterdam, (Antara/Reuters) - Roger Federer hanya terpaut satu kemenangan dari menjadi peringkat satu tertua dalam sejarah ATP Tour setelah menaklukkan Philipp Kohlschreiber dengan skor 7-6(8), 7-5 pada pertandingan 16 besar Rotterdam Terbuka pada Kamis.

Petenis 36 tahun itu perlu mencapai semifinal untuk melengserkan Rafael Nadal di peringkat teratas dan merebut kembali posisi puncak dalam daftar peringkat dunia untuk pertama kalinya sejak November 2012.

Kohlschreiber (34) tidak pernah mengalahkan Federer dalam 12 pertemuan namun permainan servicenya terbukti menyulitkan petenis Swiss tersebut, memaksa pertandingan set pertama dimainkan sampai tiebreak.

Petenis Jerman itu bahkan sempat mendapatkan dua set point namun tidak mampu mengonversinya ketika Federer melaju dan melakukan pukulan forehand sempurna untuk melampaui Kohlschreiber, dan membuat dirinya membuka keunggulan di pertandingan ini pada menit ke-54.

Set kedua diikuti dengan pola serupa namun dengan Kohlschreiber, yang menghuni peringkat 36 dunia, mampu meladeni serve Federer dan memperbaiki rataan pengembaliannya.

Ia masih mampu menyelamatkan empat break point tanpa membuat dirinya mampu mengancam serve sang juara Australia Terbuka.

Ketangguhan Kohlschreiber akhirnya terpecahkan pada game ke-11 ketika juara Grand Slam 20 kali Federer mengungguli kekuatan lawannya dan melaju dengan nyaman untuk memenangi set.

Federer akan melampaui petenis AS Andre Agassi sebagai petenis peringkat satu dunua tertua jika ia mampu memenangi pertandingan selanjutnya di Rotterdam Terbuka dan ia juga akan mencatatkan rekor jeda terpanjang (lima tahun 106 hari) antara periode-periode sebagai petenis peringkat satu dunua.

Ia telah menggenggam rekor untuk pekan terbanyak sebagai petenis peringkat satu, setelah menduduki posisi itu total selama 302 pekan. (*)
Pewarta :
Editor: Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar