Jakarta (Antara) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis pagi, bergerak menguat sebesar 52 poin menjadi Rp13.262, sedangkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI)menguat sebesar 3,61 poin.
Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis pagi, bergerak menguat sebesar 52 poin menjadi Rp13.262 dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.314 per dolar Amerika Serikat (AS).
Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Kamis mengatakan bahwa fundamental ekonomi nasional yang kuat pada 2018 ini membuat pergerakan rupiah mampu kembali mengalami apresiasi terhadap dolar AS.
"Sentimen dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang optimistis terhadap pertumbuhan ekonmi nasional tahun ini mencapai 5,4 persen menjadi salah satu faktor yang mendorong rupiah terapresiasi," kata Reza.
Ia menambahkan bahwa mata uang rupiah juga dimungkinkan bergerak positif seiring masih adanya pelemahan pada pergerakan dolar AS di pasar global menyusul kebijakan ekonomi Presiden AS Donald Trump yang proteksionis.
"Adanya kekhawatiran pasar terhadap kebijakan proteksionis ekonomi Amerika Serikat memberikan dampak pada pelemahan dolar AS," katanya.
Sementara itu, ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail mengatakan rupiah masih melanjutkan apresiasinya ditopang naiknya harga komoditas ekspor seperti batubara dan nikel dalam beberapa waktu terakhir.
Di sisi lain, lanjut Ahmad Mikhail, apresiasi rupiah juga terbantu menyusul beberapa sentimen negatif masih membayangi dolar AS, diantaranya belum disahkannya anggaran pemerintah Amerika Serikat untuk tahun 2018 oleh senat, serta kemungkinan lebih cepatnya normalisasi kebijakan moneter di Eropa oleh bank sentral Eropa (ECB).
IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis dibuka menguat sebesar 3,61 poin seiring optimisme investor terhadap kinerja emiten dan ekonomi nasional.
IHSG BEI dibuka menguat 3,61 poin atau 0,05 persen menjadi 6.619,10, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 1,02 poin (0,09 persen) menjadi 1.125,30.
"Antisipasi investor terhadap publikasi laporan laba perusahaan tahun buku 2017 yang diperkirakan tumbuh menopang pergerakan IHSG," kata Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere di Jakarta, Kamis.
Nico Omer menambahkan bahwa sentimen dari hasil Rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang menyimpulkan stabilitas sistem keuangan pada triwulan IV 2017 dalam kondisi normal membuat pasar optimistis situai itu akan mendukung momentum pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.
Dari eksternal, lanjut dia, lembaga Dana Moneter Internasional (IMF) yang merevisi pertumbuhan ekonomi dunia dari 3,7 persen menjadi 3,9 persen menandakan semakin membaiknya perekonomian dunia.
"Kondisi itu juga akan berdampak pada kinerja ekspor Indonesia," katanya.
Sementara itu, analis Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya menambahkan kuatnya fundamental perekonomian Indonesia akan membuat minat investasi di pasar modal tinggi sehingga akan menjaga pergerakan IHSG ke depannya.
"Di tengah situasi yang positif, IHSG pada hari ini (25/1) diperkirakan bergerak di kisaran 6.538-6.671 poin dengan kecenderungan menguat," kata William Surya Wijaya.
Bursa regional, di antaranya indeks bursa Nikkei turun 148,37 poin (0,62 persen) ke 23.791,29, indeks Hang Seng melemah 65,64 poin (0,20 persen) ke 32.893,05 dan Straits Times turun 3,15 poin (0,08 persen) ke posisi 3.606,17. (*)
Pewarta: Zubi MahrofiEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.