London (Antara/Xinhua) - Saham-saham Inggris ditutup lebih rendah pada Senin (22/1), dengan indeks acuan FTSE-100 di Bursa Efek London turun 0,20 persen atau 15,35 poin, menjadi 7.715,44 poin. 
Barclays, perusahaan induk jasa keuangan global, melonjak 4,34 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan atau "blue chips".
Diikuti oleh saham NMC Health dan Anglo American, yang masing-masing meningkat sebesar 2,44 persen dan 2,06 persen.
Di sisi lain, Rentokil Initial, perusahaan pengendalian hama komersial, menjadi penderita kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan sahamnya turun 2,97 persen.
Diikuti oleh saham Relx, penyedia informasi dan analisis global, turun 2,64 persen, serta Paddy Power Betfair, operator taruhan dan game olahraga internasional, merosot 2,07 persen.
Di Spanyol, saham-saham Spanyol ditutup lebih tinggi pada Senin (22/1), dengan indeks acuan IBEX-35 naik satu persen atau 104,50 poin menjadi 10.584,00 poin.
Sebanyak 24 saham dari 35 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam indeks IBEX-35 berhasil membukukan kenaikan harga.
Supermarket DIA naik 4,22 persen, menjadi pencetak keuntungan terbesar (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips".
Diikuti oleh saham perusahaan energi terbarukan Siemens Gamesa dan bank terbesar keempat Spanyol Banco Sabadell, yang masing-masing naik 3,19 persen dan 2,69 persen.
Di sisi lain, perusahaan Mediaset turun 1,43 persen, menjadi penderita kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan.
Diikuti oleh saham grup maskapai penerbangan IAG yang melemah 0,78 persen dan perusahaan infrastruktur gas Gs Natural mengalami penurunan sebesar 0,49 persen.
Di Jerman, saham-saham Jerman berakhir sedikit menguat pada Senin (22/1), dengan indeks acuan DAX-30 di Bursa Efek Frankfurt naik 29,24 poin atau 0,22 persen, menjadi 13.463,69 poin.
Deutsche Bank mencatat keuntungan paling besar (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips", dengan sahamnya meningkat 3,18 persen.
Disusul saham perusahaan telekomunikasi Jerman, Deutsche Telekom, serta produsen otomotif Volkswagen, yang masing-masing naik 2,77 persen dan 2,62 persen.
Sementara itu, perusahaan kimia multinasional Linde menderita kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan sahamnya jatuh 1,52 persen.
Diikuti oleh saham maskapai penerbangan Jerman Lufthansa dan asosiasi perumahan Vonovia, yang masing-masing turun 1,42 persen dan 1,37 persen.
Volkswagen adalah saham yang paling banyak diperdagangkan sepanjang hari, dengan nilai transaksi mencapai 329,58 juta euro (403,37 juta dolar AS).
Di Prancis, saham-saham Prancis berakhir sedikit lebih tinggi pada Senin (22/1), dengan indeks acuan CAC-40 di Paris menguat 0,28 persen atau 15,48 poin, menjadi 5.541,99 poin.
Sebanyak 27 saham dari 40 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks CAC-40 berhasil mencatat kenaikan harga.
Perusahaan yang berbasis di Inggris, TechnipFMC, maju 3,42 persen, merupakan peraih keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan atau "blue chips".
Diikuti oleh saham pabrikan mobil Prancis Peugeot yang naik 2,92 persen, dan perusahaan telekomunikasi multinasional Prancis bertambah 2,18 persen.
Sementara itu, perusahaan farmasi multinasional Perancis Sanofi jatuh 2,91 persen, menjadi penderita kerugian terbesar (top loser) dari saham-saham unggulan.
Diikuti oleh saham perusahaan jasa makanan dan manajemen fasilitas Prancis yang berkurang 2,01 persen, serta produsen elektronik dan semikonduktor multinasional Prancis-Italia, Stmicroelectonics, kehilangan 0,93 persen. (*)



Pewarta: Supervisor
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026