London (Antara/Xinhua) - Saham-saham Inggris berakhir lebih tinggi pada Rabu (10/1), dengan indeks acuan FTSE-100 menguat 17,49 poin atau 0,23 persen, menjadi 7.748,51 poin.
Royal Bank of Scotland Group, bank komersial terkemuka Inggris, melonjak 4,60 persen, merupakan peraih keuntungan terbesar (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips".
Diikuti oleh saham HSBC Holdings dan Prudential, yang masing-masing naik 3,81 persen dan 3,28 persen.
Sementara itu, perusahaan pengembang perumahan Inggris Taylor Wimpey mengalami kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan sahamnya jatuh 4,16 persen.
Diikuti oleh saham Paddy Power Betfair, perusahaan pembuatan taruhan Inggris terkemuka, yang merosot 3,69 persen, serta Rolls-Royce Holdings, perusahaan teknik unggulan Inggris, turun 3,21 persen.
Di Jerman, saham-saham Jerman ditutup lebih rendah pada Rabu (10/1), dengan indeks acuan DAX-30 di Bursa Efek Frankfurt turun 104,25 poin atau 0,78 persen, menjadi 13.281,34 poin.
Spesialis ban Jerman, Continental, mengalami kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips", dengan sahamnya merosot 3,74 persen.
Diikuti oleh saham perusahaan media massa Eropa ProSiebenSat.1 dan asosiasi perumahan Vonovia, yang masing-masing kehilangan 3,16 persen dan 2,82 persen.
Di sisi lain, Commerzbank membukukan keuntungan paling besar (top gainer) di antara saham-saham unggulan, dengan sahamnya melonjak 4,54 persen.
Diikuti oleh saham Deutsche Bank dan maskapai penerbangan Lufthansa, yang masing-masing naik sebesar 2,36 persen dan 1,76 persen.
Deutsche Bank adalah saham yang paling aktif diperdagangkan sepanjang hari dengan nilai transaksi mencapai 363,80 juta euro (436,26 juta dolar AS).
Di Prancis, saham-saham Prancis berakhir lebih rendah pada Rabu (10/1), dengan indeks acuan CAC-40 di Paris melemah 0,35 persen atau 19,26 poin, menjadi 5.504,68 poin.
Sebanyak 28 saham dari 40 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks CAC-40 berhasil mencatat kenaikan harga.
Kelompok pengolahan air dan limbah Prancis, Veolia Environment, mengalami kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips", dengan sahamnya jatuh 4,47 persen.
Diikuti oleh saham perusahaan produk makanan multinasional Prancis, Danone, yang merosot 2,99 persen, serta perusahaan Prancis yang memproduksi lensa oftalmik, Essilor Intl. turun 2,23 persen.
Sementara itu, perusahaan ruang angkasa (aerospace) dan pertahanan multinasional Eropa, Airbus Group, mencatat keuntungan paling besar (top gainer) di antara saham-saham unggulan, dengan sahamnya menguat 3,90 persen.
Diikuti oleh saham perusahaan barang mewah Prancis, Kering, yang meningkat 2,26 persen, serta raksasa perbankan Prancis, Societe Generale, naik 2,11 persen.
Di Spanyol, saham-saham Spanyol ditutup sedikit lebih tinggi pada Rabu (10/1), dengan indeks acuan IBEX-35 di Madrid naik tipis 0,02 persen atau 1,80 poin, menjadi 10.428,30 poin.
Sebanyak 14 saham dari 35 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks IBEX-35 berhasil membukukan kenaikan harga.
Bank terbesar keempat Spanyol, Banco Sabadell maju 4,04 persen, merupakan pencetak keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan atau "blue chips".
Diikuti oleh bank terbesar kelima Spanyol Bankia dan bank terbesar Spanyol Banco Santander, yang masing-masing naik 2,84 persen dan 2,42 persen.
Di sisi lain, perusahaan telekomunikasi Cellnex jatuh 3,51 persen, menjadikannya penderita kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan.
Diikuti oleh saham perusahaan real estat Inmobiliaria Colonial dan peritel terkemuka di dunia Inditex, yang masing-masing turun 2,72 persen dan 2,53 persen. (*)
Pewarta: supervisorEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.