London (Antara/Xinhua) - Saham-saham Inggris berakhir lebih rendah pada Kamis (14/12), dengan indeks acuan FTSE-100 di Bursa Efek London melemah 0,65 persen atau 48,39 poin, menjadi 7.448,12 poin.
Land Securities Group, pengembang properti komersial dan perusahaan investasi utama, melonjak 3,22 persen, menjadikannya sebagai peraih keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan atau "blue chips".
Diikuti oleh saham Mondi dan Mediclinic International, yang masing-masing meningkat sebesar 2,96 persen dan 2,56 persen.
Di sisi lain, perusahaan manajemen aset Inggris Standard Life Aberdeen mengalami kerugian terbesar (top loser) dari saham-saham unggulan, dengan sahamnya jatuh 3,20 persen.
Diikuti oleh saham ConvaTec Group, perusahaan farmasi dan biofarmasi multinasional, merosot 2,91 persen, serta British American Tobacco turun 2,08 persen.
Di Jerman, saham-saham Jerman ditutup lebih rendah pada Kamis (14/12), dengan indeks acuan DAX-30 di Bursa Efek Frankfurt turun 57,56 poin atau 0,44 persen, menjadi 13.068,08 poin.
Kelompok energi Jerman RWE mengalami kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan sahamnya jatuh 6,13 persen.
Diikuti oleh saham perusahaan perawatan kesehatan Fresenius SE dan pemasok peralatan cuci ginjal Fresenius Medical, yang masing-masing kehilangan 2,41 persen dan 1,91 persen.
Sementara itu, perusahaan perangkat lunak multinasional Jerman SAP, mencatat keuntungan paling besar (top gainer) di antara saham-saham unggulan, dengan sahamnya menguat 0,54 persen.
Diikuti oleh saham asosiasi perumahan Vonovia dan perusahaan media massa Eropa ProSiebenSat.1, yang masing-masing naik 0,40 persen dan 0,35 persen.
RWE adalah saham yang paling aktif diperdagangkan sepanjang hari dengan nilai transaksi mencapai 401,74 juta euro (475,86 juta dolar AS).
Di Prancis, saham-saham Prancis melemah pada Kamis (14/12), dengan indeks acuan CAC-40 di Paris turun 0,78 persen atau 42,31 poin, menjadi 5.357,14 poin.
Dari 40 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks CAC-40, tercatat 34 saham mengalami penurunan harga.
Perusahaan jasa IT Eropa, Atos, mencatat kerugian paling besar (top loser) dari saham-saham unggulan atau "blue chips", dengan sahamnya jatuh 2,65 persen.
Diikuti oleh saham Safran, perusahaan multinasional Prancis yang memproduksi mesin pesawat, komponen ruang angkasa dan pertahanan, berkurang 2,03 persen, serta konglomerat media multinasional Prancis Vivendi kehilangan 1,76 persen.
Di sisi lain, pabrikan mobil Prancis Peugeot, membukukan keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan, dengan sahamnya naik 1,71 persen.
Diikuti oleh saham kelompok barang mewah multinasional Prancis, Kering, serta perusahaan ophthalmic Prancis Essilor Intl, yang masing-masing meningkat 0,39 persen dan 0,31 persen.
Di Spanyol, saham-saham Spanyol ditutup turun pada Kamis (14/12), dengan indeks acuan IBEX-35 di Madrid berkurang 0,82 persen atau 84 poin, menjadi 10.176,50 poin.
Sebanyak 23 saham dari 35 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks IBEX-35, tercatat mengalami penurunan harga.
Jaringan supermarket DIA turun 1,90 persen, merupakan penderita kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips".
Diikuti oleh saham produsen baja stainless Acerinox dan peritel terkemuka di dunia Inditex, yang masing-masing turun 1,87 persen dan 1,84 persen.
Sementara itu, perusahaan energi terbarukan Siemens Gamesa memimpin kenaikan (top gainer) dari saham-saham unggulan, dengan sahamnya naik 3,50 persen.
Diikuti oleh perusahaan casing Viscofan yang menguat 3,33 persen dan perusahaan telekomunikasi Cellnex bertambah 0,77 persen. (*)
Pewarta: SupervisorEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.