Zubi Mahrofi

Jakarta (Antara) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu pagi, bergerak menguat tipis sebesar tiga poin sedangkan Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka melemah sebesar 4,28 poin.

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu pagi, bergerak menguat tipis sebesar tiga poin menjadi Rp13.507 dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.510 per dolar Amerika Serikat (AS).

"Nilai tukar rupiah terapresiasi terhadap dolar AS. Belum adanya kejelasan pembahasan reformasi perpajakan Amerika Serikat masih menjadi sentimen penahan bagi laju dolar AS," kata Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Rabu.

Ia menambahkan bahwa penguatan rupiah saat ini pun berbarengan dengan adanya pembahasan akan pembentukan holding BUMN yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi negara.

Kendati demikian, lanjut dia, apresiasi rupiah relatif terbatas menyusul respon positif sebagian pelaku pasar terhadap pidato calon ketua Federal Reserve AS Jerome Powell yang menyatakan mendukung pengetatan moneter dan upaya pemangkasan pajak di Amerika Serikat.

Di sisi lain, lanjut dia, harga minyak mentah dunia yang mengalami penurunan turut menahan laju mata uang berbasis komoditas, seperti rupiah terapresiasi lebih tinggi.

Terpantau, harga minyak mentah jenis WTI Crude turun 0,52 persen menjadi ke level 57,69 dolar AS per barel. Sementara minyak mentah jenis Brent Crude turun 0,58 persen ke posisi 63,24 dolar AS per barel.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan dolar AS masih dalam sentimen rapuh setelah pertemuan The Fed menunjukkan beberapa pembuat kebijakan mencemaskan inflasi yang masih akan bertahan di bawah target.

"Inflasi Amerika Serikat yang masih melambat membuat dolar AS cenderung tertahan lajunya," katanya. ***3***


IHSG

Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, dibuka melemah sebesar 4,28 poin di tengah minimnya sentimen positif yang beredar.

IHSG BEI dibuka melemah 4,28 poin atau 0,07 persen menjadi 6.066,43, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 2,41 poin (0,24 persen) menjadi 1.017,23.

"Sentimen positif yang relatif terbatas membuat laju IHSG tertahan," kata Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan bahwa sebagian investor masih khawatir terhadap Korea Utara yang dikabarkan kembali mempersiapkan peluncuran peluru balistik. Kondisi itu dapat memicu kembali geopolitik di kawasan itu memanas.

Di sisi lain, lanjut dia, investor juga seedang mencermati hasil pertemuan pejabat-pejabat negara anggota OPEC untuk membahas rencana pemotongan produksi.

Sementara itu, dari dalam negeri, dia mengatakan bahwa harapan positif muncul setelah Moody's Investor Service menyatakan tidak melihat adanya risiko yang spesifik dari penerimaan pajak Indonesia yang masih lemah.

"Indonesia masih bisa meningkatkan lagi penerimaan pajak dengan reformasi pajak," katanya.

Bursa regional, di antaranya indeks bursa Nikkei naik 90,40 poin (0,40 persen) ke 22.547,28, indeks Hang Seng melemah 91,05 poin (0,31 persen) ke 29.589,80, dan Straits Times menguat 1,78 poin (0,03 persen) ke posisi 3.444,13. (*)

Pewarta: Supervisor
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026