Komandan Lanal Batuporon diserahterimakan Letkol Marinir Ena Sulaksana kepada Letkol Laut (P) Teguh Wibowo, sedangkan Komandan Lanal Banyuwangi diserahkan Letkol Laut (P) Nazarudin kepada Letkol Laut (P) Suhartaya
Surabaya (Antara Jatim) - Komandan Pangkalan TNI AL Banyuwangi dan Batuporon resmi berganti setelah dilakukan upacara serah terima jabatan yang dipimpin Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) V Surabaya Laksamana Pertama TNI Edi Sucipto, Selasa.
"Selamat bertugas dan selamat mengemban amanat yang baru," ujar Danlantamal V Surabaya Laksamana Pertama TNI Edi Sucipto di sela sertijab yang digelar di lapangan Balai Prajurit, Lantamal V Surabaya.
Komandan Lanal Batuporon diserahterimakan Letkol Marinir Ena Sulaksana kepada Letkol Laut (P) Teguh Wibowo, sedangkan Komandan Lanal Banyuwangi diserahkan Letkol Laut (P) Nazarudin kepada Letkol Laut (P) Suhartaya.
Rangkaian serah terima jabatan diawali dengan penanggalan dan penyematan tanda jabatan, penyerahan lambang kesatuan dari pejabat lama kepada inspektur upacara.
Kemudian juga dilakukan penyerahan lambang kesatuan kepada pejabat baru, serta penandatanganan naskah serah terima jabatan dan laporan resmi.
Pada kesempatan tersebut, Danlantamal V menyampaikan bahwa tugas pokok pangkalan TNI yang harus diimpelementasikan dalam fungsi utama pangkalan yaitu sebagai tempat dukungan logistik dan administrasi terhadap kesiapan operasional satuan operasi dan perawatan personel.
"Berikutnya juga dukungan terhadap gelar kekuatan dan kehadiran unsur satuan operasi di laut secara efektif dan efisien," ucapnya.
Sedangkan, kata dia, fungsi keamanan laut, yaitu menyelenggarakan operasi terbatas guna mewujudkan stabilitas keamanan laut di daerah dukungan penyelenggaraan fungsi yustisi.
Di sisi lain, lanjut dia, pangkalan merupakan ujung tombak dalam pembinaan pemberdayaan wilayah pertahanan laut yang diimplementasikan melalui pelaksanaan operasi bakti dan pembinaan desa pesisir di wilayah kerjanya. (*)
Pewarta: Fiqih ArfaniEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.