Jakarta (Antara) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis pagi, bergerak menguat sebesar 46 poin sedangkan Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia (IHSG BEI), dibuka melanjutkan penguatan sebesar 13,88 poin.

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis pagi, bergerak menguat sebesar 46 poin menjadi Rp13.534 dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.580 per dolar Amerika Serikat.

"Rupiah menguat seiring sentimen positif dari dalam negeri mengenai peringkat kemudahan berusaha yang membaik," kata Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Kamis.

Ia mengemukakan bahwa Bank Dunia menyatakan percepatan reformasi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir memberikan dampak positif. Kondisi itu membuat Indonesia mencatat peringkat kemudahan berusaha naik menjadi 72 dari posisi 91 dari 190 negara.

Kendati demikian, lanjut dia, apresiasi rupiah nisbi terbatas menyusul adanya persepsi rendahnya inflasi di Indonesia akan membuka ruang bagi Bank Indonesia untuk kembali menurunkan tingkat suku bunga acuannya, yang dapat membuat pergerakan rupiah tertahan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju inflasi pada Oktober 2017 sebesar 0,01 persen. Dengan demikian, tingkat inflasi tahun kalender Januari-Oktober 2017 mencapai 2,67 persen dan inflasi tahunan (year on year) sebesar 3,58 persen.

Analis dari PT Platon Niaga Berjangka, Lukman Leong menambahkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia yang cukup kondusif menjaga stabilitas rupiah.

"Rupiah stabil di tengah peluang kenaikan suku bunga AS," ujarnya.

Secara global, lanjut dia, optimisme pertumbuhan ekonomi dunia yang terus membaik juga turut mendorong mata uang selain dolar AS meningkat seperti euro, sehingga menahan apresiasi dolar AS.


IHSG Menguat

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia (IHSG BEI), Kamis, dibuka melanjutkan penguatan sebesar 13,88 poin didorong sentimen positif domestik.

IHSG BEI dibuka menguat 13,88 poin atau 0,22 persen menjadi 6.052,02. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 3,53 poin (0,35 persen) menjadi 1.003,82.

"Apresiasi di bursa saham Indonesia didorong oleh membaiknya peringkat Indonesia dalam kemudahan berusaha serta data inflasi Oktober 2017 yang stabil," kata Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere di Jakarta, Kamis.

Nico Omer engemukakan bahwa laporan terbaru Kelompok Bank Dunia "Doing Business 2018, Reforming to Create Jobs" mencatat peringkat kemudahan berusaha Indonesia naik dari posisi 91 menjadi posisi 72 dari 190 negara.

"Percepatan reformasi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir telah memberikan hasil," katanya.

Ia menambahkan bahwa meningkatnya peringkat Indonesia dalam kemudahan itu menunjukan kepercayaan pihak eksternal, termasuk investor dan lembaga pemeringkat terhadap potensi perekonomian Indonesia.

"Itu menjadi modal penting menciptakan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan," katanya.

Bursa regional, di antaranya indeks bursa Nikkei naik 19,65 poin (0,09 persen) ke 22.439,98, indeks Hang Seng melemah 62,68 poin (0,22 persen) ke 28.531,38 dan Straits Times melemah 14,09 poin (0,42 persen) ke posisi 3.377,38. (*)


Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026