Jakarta (Antara) - Massa yang mengatasnamakan dari beberapa lembaga masyarakat mengepung gedung Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di Menteng, Jakarta, Senin dini hari.

"Semakin malam massa semakin bertambah, dan beberapa diantaranya sempat melemparkan kerikil ke dalam Gedung YLBHI," kata Yunita, salah satu narahubung dari YLBHI ketika dihubungi Antara.

Yunita mengatakan massa banyak yang memberikan intimidasi verbal kepada para penyelenggara acara di YLBHI. Awalnya YLBHI menyelenggarakan sebuah diskusi kebangsaan yang diselingi acara kesenian.

Acara tersebut mulai dari pukul 15.00 WIB pada hari Minggu (17/9). Yunita mengatakan acara sudah mengantongi izin dari pihak aparat keamanan dan juga terdapat aparat kepolisian yang memang berjaga-jaga.

Namun, jelang acara selesai yaitu pada pukul 22.00 WIB mulai berdatangan massa dari luar gedung yang menuntut acara diskusi dibubarkan, dengan cara mengepung gedung.

"Mereka mengira diskusi memuat unsur komunis, padahal kami tidak ada tema acara seperti yang dimaksud. Dan pihak keamanan nampak kurang tegas dalam melakukan penjagaan terhadap berlangsungnya acara tersebut," katanya.

Hingga pukul 00.15 WIB, Senin dini hari (18/9), massa masih melakukan pengepungan di Gedung YLBHI dan bertambah hingga ratusan. Massa terus meneriakkan intimidasi verbal mengarah pada penyelenggara acara diskusi.

Pihak kepolisian melakukan penutupan jalan di area jalan Kimia Jakarta Pusat, tempat kisaran lokasi YLBHI. Pukul 00.21 WIB kegiatan di depan Kantor LBH Jalan Kimia Jakarta Pusat, sementara lalu lintas dialihkan mulai dari depan Megaria dan masih pengamanan Polri. 


Tidak Benar

Kapolres Jakarta Pusat  menegaskan, tidak benar jika kegiatan diskusi yang berjudul "Pelurusan Sejarah 65" berupaya membahas kebangkitan PKI atau paham komunisme.

Kapolres Jakpus Kombes Suyudi Ario Seto di Jakarta, sampai Senin dini hari, terus berupaya memediasi pertemuan antara perwakilan YLBHI dan masyarakat yang ada di sekitar lokasi.

Dalam mediasi tersebut, Kapolres berjanji akan mengawal permasalahan ini serta akan memproses secara hukum apabila memang ada upaya seperti yang dituduhkan masyarakat, yaitu kongres PKI.

"Biarkan yang di dalam pulang, kami akan kawal masalah ini. Kita ini di negara hukum," katanya kepada masyarakat.

Sementara itu,  Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI/LBH) membantah telah menyelenggarakan kongres Partai Komunis Indonesia (PKI) atau diskusi yang mengarah pada bangkitnya komunisme.

"Tidak ada sama sekali diskusi atau kongres tentang komunisme. Acara yang kami selenggarakan murni diskusi sejarah dan pentas seni yang menampilkan beberapa seniman," kata Yunita salah satu panitia acara tersebut dari YLBHI kepada Antara di Jakarta, Senin dini hari.

 Ia menjelaskan kronologis serta konsep acara yang diselengarakan hingga akhirnya dikepung massa yang menduga adanya gerakan komunisme.

Dalam diskusi yang bertema "Asik Asik Aksi" tersebut beberapa narasumber menjelaskan tentang sejarah 1965, berdasarkan info dari akun Twitter resmi Kontras (@KontraS).

Dalam poster yang disebarkan LBH Jakarta yang beralamat di Jalan Diponegoro No 74, Menteng, Jakarta Pusat, tertulis ada penampilan musik, puisi, "stand up comedy" dan diskusi yang mengangkat kebebasan berekspresi dalam berdemokrasi.

Acara tersebut mengangkat tagar #DaruratDemokrasi #PolisiTakBerdaya.  
Awalnya YLBHI menyelenggarakan sebuah diskusi kebangsaan yang diselingi acara kesenian, namun sekitar pukul 22.00 WIB ratusan massa yang mengatasnamakan diri dari beberapa lembaga masyarakat mengepung gedung (YLBHI) hingga Senin dini hari.

"Semakin malam massa semakin bertambah dan beberapa di antaranya sempat melempari kerikil ke dalam Gedung YLBHI," kata Yunita.

Menurut dia massa banyak yang melemparkan intimidasi verbal kepada peserta acara di YLBHI.

"Mereka yang mengepung mengira diskusi memuat unsur komunis. Padahal, kami tidak ada tema acara seperti yang dimaksud. Pihak keamanan nampak kurang tegas dalam melakukan penjagaan terhadap berlangsungnya acara tersebut," katanya.

Hingga pukul 00.15 WIB, Senin dini hari (18/9), massa masih mengepung Gedung YLBHI dan jumlahnnya terus bertambah.

Polisi menutup jalan  Kimia Jakarta Pusat yang menjadi tempat  acara YLBHI dan mengalihkan lalu lintas mulai dari depan Megaria.

Aparat keamanan berupaya mengamankan Gedung Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di Menteng, Jakarta, Karena ratusan masyarakat mengepung gedung tersebut.

Suara kaca pecah dan lemparan batu terdengar dari dalam gedung. Teriakan "Ganyang PKI" dari kerumunan massa terus memekik serta intimidasi verbal lainnya. Peserta diskusi yang berada di dalam Gedung YLBHI tidak dapat pulang keluar gedung akibat pengepungan. (*)


Pewarta: Afut Syafril
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026