Jakarta (Antara) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa pagi, bergerak menguat sebesar 29 poin, sedangkan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), dibuka menguat sebesar 1,58 poin.
Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Selasa pagi, bergerak menguat sebesar 29 poin menjadi Rp13.321 dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.350 per dolar Amerika Serikat (AS).
Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta mengatakan bahwa mata uang rupiah melanjutkan penguatan terhadap dolar AS salah satunya merespon defisit Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018 yang menurun.
"Defisit RAPBN 2018 ditargetkan sebesar 2,19 persen terhadap PDB, menunjukan pemerintah menjaga APBN untuk semakin sehat," ucapnya.
Dari eksternal, lanjut dia, kondisi politik di Amerika Serikat yang kurang kondusif juga turut menjadi salah satu faktor penekan dolar AS. Dikabarkan, sejumlah staf kepresidenan Amerika Serikat mengundurkan diri.
Analis Monex Investindo Futures Putu Agus menambahkan bahwa kondisi politik AS yang kurang stabil menjadi perhatian pelaku pasar, situasi itu memunculkan ketidakpastian kebijakan stimulus ekonomi di pemerintah Presiden AS Donald Trump, terutama sektor manufaktur dan infrastruktur.
"Kemampuan Presiden AS Doland Trump untuk menerapkan kebijakan yang dijanjikan semasa kampanye diragukan pasar sehingga membuat dolar AS tertekan terhadap mayoritas mata uang dunia, termasuk rupiah," tuturnya.
Di sisi lain, lanjut dia, tekanan dolar AS juga dipengaruhi oleh situasi geopolitik di semenanjung Korea kembali menghangat. Kondisi itu membuat aset-aset berdenominasi dolar AS menjadi kurang menarik.
Saat ini, menurut dia, yen Jepang menjadi mata uang "safe haven" yang menarik bagi investor, situasi itu turut berdampak positif bagi mata uang di kawasan Asia, termasuk rupiah.
IHSG
Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Selasa dibuka menguat sebesar 1,58 poin seiring respon positif pelaku pasar terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018.
IHSG BEI dibuka naik 1,58 poin atau 0,03 persen menjadi 5.863,59 poin. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak menguat 0,40 poin (0,04 persen) menjadi 976,48 poin.
"Sentimen dari dalam negeri yang positif menjadi salah satu faktor penopang laju IHSG di tengah sentimen eskternal yang terbilang negatif," kata Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere di Jakarta, Selasa.
Ia mengemukakan bahwa salah satu kabar positif dari dalam negeri bagi pasar yakni, pemerintah dalam RAPBN 2018 menaikkan subsidi sebesar 2,1 persen menjadi Rp172,41 triliun.
Hal lainnya, lanjut dia, defisit anggaran pada RAPBN 2018 diperkirakan sebesar 2,19 persen, lebih rendah dari pencapaian defisit anggaran tahun sebelumnya menunjukkan pemerintah sangat berhati-hati untuk mendesain agar Indonesia bisa terhindar dari krisis utang.
Ia menambahkan pada 2018, anggaran infrastruktur yang naik juga direspon positif pasar. Diharapkan dapat mendorong target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,4 persen.
Dari eksternal, Nico mengatakan sentimen negatif masih membayangi terutama dari konflik di semenanjung Korea. Korea Utara dikabarkan mengancam akan melancarkan serangan rudal sebagai respons atas latihan militer bersama yang akan digelar Amerika Serikat dan Korea Selatan.
Bursa regional, di antaranya indeks bursa Nikkei naik 13,29 poin (0,08 persen) ke 19.408,53, indeks Hang Seng menguat 290,96 poin (1,07 persen) ke 27.445,64, dan Straits Times menguat 27,38 poin (0,82 persen) ke posisi 3.273,47. (*)
Pewarta: Zubi MahrofiEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.