Sampai saat ini kami belum menerima permintaan air bersih dari warga yang daerahnya mengalami kekeringan.Bojonegoro (Antara Jatim) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan belum menerima permintaan dari warga yang kesulitan air bersih, disebabkan daerahnya mengalami kekeringan di musim kemarau.
"Sampai saat ini kami belum menerima permintaan air bersih dari warga yang daerahnya mengalami kekeringan," kata Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro Andik Sudjarwo, di Bojonegoro, Selasa.
Ia memperkirakan kesulitan air bersih di daerahnya yang disebabkan kemarau mulai akan terjadi awal September.
"Kemungkinan awal September mulai ada warga yang mengajukan permintaan air bersih," katanya menegaskan.
Meski belum ada warga yang mengajukan permintaan air bersih, kata dia, BPBD sudah mulai memetakan ancaman kesulitan air bersih yang akan dialami warga di daerahnya.
Sesuai pemetaan yang dilakukan, potensi warga yang mengalami kesulitan air bersih sebanyak 25.109 kepala keluarga (KK) dengan jumlah 76.858 jiwa yang tersebar di 62 desa di 15 kecamatan antara lain, di Kecamatan Sumberrejo, Sugihwaras, Gayam, Kepohbaru, dan Kedungadem.
"Warga yang terancam air bersih itu jarak pemukimannya dengan sumber mata air rata-rata berkisar 0,5 kilometer sampai 2 kilometer, bahkan ada yang sampai 4 kilometer," kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD MZ. Budi Mulyono menambahkan.
BPBD, kata dia, sudah menyiapkan berbagai kebutuhan untuk memasok warga yang kesulitan air bersih, dengan menyediakan mobil tangki pemasok air baik di posko induk juga di posko pembantu BPBD di sejumlah kecamatan.
Menurut dia, di posko BPBD di Kecamatan Baureno, Temayang, Padangan, juga kecamatan lainnya, selain disediakan mobil pemadam kebakaran juga tersedia mobil tangki pemasok air.
"Petugas pemadam kebakaran di kecamatan juga memiliki tugas ikut memasok air bersih," katanya menegaskan.
Ia menambahkan dalam menangani warga yang mengalami kesulitan air bersih dilakukan bekerja sama dengan dinas sosial dan perusahaan migas yang ikut menangani warga yang kesulitan air bersih.
"Perusahaan migas biasanya ikut memasok air bersih warga di wilayah kerjanya, misalnya ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) akan ikut memasok air untuk warga yang kesulitan air bersih di Kecamatan Gayam dan sekitarnya, " ucapnya menambahkan. (*)
Pewarta: Slamet Agus SudarmojoEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.