Jakarta (Antara) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin pagi, bergerak menguat sebesar 31 poin, sedangkan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Senin dibuka menguat sebesar 14,56 poin.
Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin pagi, bergerak menguat sebesar 31 poin menjadi Rp13.329 dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.360 per dolar AS.
Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Senin mengatakan bahwa nilai tukar rupiah kembali bergerak dalam area positif seiring meredanya ketegangan di semenanjung Korea antara Amerika Serikat dan Korea Utara.
"Ketegangan yang mereda itu membuat sejumlah mata uang di kawasan Asia, termasuk rupiah kembali stabil dengan kecenderungan menguat," kata Reza.
Ia menambahkan bahwa diharapkan ketegangan di semenanjung Korea terus mereda sehingga pelaku pasar uang kembali mendekati "soft currency", sehingga potensi kenaikan rupiah dapat berlanjut.
Ia mengatakan bahwa peluang bagi rupiah untuk mempertahankan apresiasinya terhadap dolar AS cukup terbuka jika didukung oleh surplus neraca pembayaran Indonesia pada triwulan kedua 2017.
Sementara itu,ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih menambahkan bahwa data inflasi Amerika Serikat untuk bulan Juli tercatat sebesar 1,7 persen (year on year/yoy), di bawah ekspektasi analis 1,8 persen.
"Inflasi yang relatif rendah itu membantu menenangkan investor seiring dengan ekspektasi the Fed tidak akan tergesa dalam menaikkan suku bunganya sehingga dolar AS kembali melemah," kata Lana.
IHSG
Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Senin dibuka menguat sebesar 14,56 poin seiring dengan bursa saham di kawasan Asia.
IHSG BEI dibuka naik 14,56 poin atau 0,25 persen menjadi 5.780,69 poin. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak menguat 3,67 poin (0,38 persen) menjadi 959,63 poin.
"Pergerakan IHSG cenderung menguat seiring dengan sejumlah bursa saham di kawasan Asia," kata analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Senin.
Reza Priyambada menambahkan bahwa konflik geopolitik di semenanjung Korea yang mulai sedikit mereda mendorong investor kembali meningkatkan aktivitasnya di pasar saham dengan mulai melakukan aksi beli meski secara selektif.
"Meredanya konflik membuat efek psikologis negatif yang ditimbulkan di pasar menjadi berkurang," katanya.
Sementara itu,Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere menambahkan bahwa perkembangan geopolitik di Semenanjung Korea sepakat untuk saling menginformasikan satu sama lain sebelum mengambil langkah apapun.
"Hal itu menunjukkan sedikit meredanya konflik antara Amerika Serikat dan Korea Utara," kata Nico Omer.
Dari dalam negeri, lanjut dia, pemerintah tetap optimistis terhadap target APBN-P untuk penerimaan pajak tahun ini bisa sesuai target. Keyakinan itu didasarkan pada pola penerimaan pajak selama ini yang selalu meningkat pada kuartal terakhir.
Bursa regional, di antaranya indeks bursa Nikkei turun 183,41 poin (0,94 persen) ke 19.545,92, indeks Hang Seng menguat 249,39 poin (0,93 persen) ke 27.132,90, dan Straits Times menguat 20,90 poin (0,63 persen) ke posisi 3.300,96. (*)
Pewarta: Zubi MahrofiEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.