Jakarta (Antara) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis pagi, bergerak menguat tipis sebesar lima poin sedangkan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Kamis dibuka menguat sebesar 4,53 poin. 


Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis pagi, bergerak menguat tipis sebesar lima poin menjadi Rp13.327 dari posisi sebelumnya sebesar Rp13.332 per dolar Amerika Serikat.

Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta, Kamis, mengatakan bahwa mata uang dolar AS mengalami tekanan terhadap mayoritas mata uang global, termasuk rupiah di tengah minimnya peluang bagi bank sentral AS (The Fed) untuk menaikkan suku bunga acuannya.

"Presiden AS Donald Trump yang makin fokus pada urusan geopolitik di semenanjung Korea membuat pesimistis terhadap stimulus fiskalnya. Situasi itu mengecilkan peluang kenaikan suku bunga The Fed yang akhirnya berdampak negatif bagi dolar AS," katanya.

Dari dalam negeri, lanjut dia, sentimennya juga terbilang positif menyusul aktivitas di pasar Surat Utang Negara (SUN) yang meningkat sehingga meminta apresiasi rupiah berlanjut.

Ia mengatakan bahwa harapan pelonggaran moneter di dalam negeri juga meningkat menyusul tingkat inflasi Agustus 2017 yang diperkirakan rendah serta pertumbuhan penjualan ritel Juli 2017 yang membaik menjadi faktor pendukung tambahan.

Bank Indonesia mencatat indeks penjualan riil (IPR) hasil Survei Penjualan Eceran Juni 2017 yang naik 6,3 persen (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan 4,3 persen (yoy) pada bulan sebelumnya. Peningkatan penjualan ritel terjadi, baik pada kelompok makanan maupun nonmakanan.

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menambahkan bahwa harga minyak mentah dunia yang relatif stabil turut menjadi salah satu faktor yang menjaga pergerakan rupiah bergerak stabil dengan kecenderungan menguat.

"Pemangkasan produksi minyak mentah dunia oleh Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan non-OPEC diharapkan mencapai kesepakatan sehingga menjaga stabilitas harga mnyak tetap stabil dan berdampak positif pada mata uang komoditas," katanya.

Terpantau harga minyak jenis WTI Crude berada di level 49,55 dolar AS per barel, dan Brent Crude di posisi 52,71 dolar AS per barel pada Kamis (10/8) pagi ini.


IHSG


Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Kamis dibuka menguat sebesar 4,53 poin ditopang sentimen positif dari dalam negeri.

IHSG BEI dibuka naik 4,53 poin atau 0,06 persen menjadi 5.828,54 poin. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak menguat 1,14 poin (0,12 persen) menjadi 970,30 poin.

Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere di Jakarta, Kamis mengatakan bahwa sentimen dari dalam negeri yang terbilang positif menopang pergerakan IHSG meski terbatas di tengah sentimen negatif eksternal yang masih cenderung membayangi pergerakan IHSG.

"Sentimen positif dari dalam negeri mengenai perkiraan inflasi pada bulan Agustus berada pada kisaran 0,02 persen, jauh lebih rendah dari inflasi pada bulan Juli cukup berdampak positif bagi IHSG," kata  Nico Omer.

Di sisi lain, lanjut dia, defisit transaksi berjalan Indonesia pada kuartal II 2017 yang diperkirakan lebih tinggi dibanding periode sebelumya juga masih dinilai wajar. Bank Indonesia menegaskan meningkatnya defisit transaksi berjalan bagian dari siklus tahunan yang lebih tinggi di kuartal kedua.

"Diyakini, defisit transaksi berjalan akan mereda di kuartal III dan IV," katanya.

Dari eksternal, ia mengatakan bahwa konflik di Semenanjung Korea yang semakin memanas masih menjadi salah satu faktor yang dikhawatirkan investor global. Hal itu dapat membuat investor menahan diri untuk masuk ke pasar keuangan berisiko.

Bursa regional, di antaranya indeks bursa Nikkei turun 0,01 poin (0,00 persen) ke 19.735,29, indeks Hang Seng melemah 270,88 poin (0,98 persen) ke 27.486,21, dan Straits Times menguat 9,69 poin (0,31 persen) ke posisi 3.329,26. (*)


Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026