Zubi Mahrofi
Jakarta (Antara) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis pagi, bergerak menguat sebesar 38 poin, sedangkan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat sebesar 7,07 poin.
Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis pagi, bergerak menguat sebesar 38 poin menjadi Rp13.300 dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.338 per dolar Amerika Serikat (AS).
Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta, Kamis mengatakan bahwa kurs dolar AS tertekan terhadap sejumlah mata uang dunia, termasuk rupiah merespon keputusan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang mempertahankan suku bunga acuannya dan pesimistis terhadap inflasi.
"Keputusan The Fed yang 'dovish' membuat dolar AS terkoreksi lagi," katanya.
Di tengah sentimen The Fed itu, ia menambahkan bahwa surat utang negara (SUN) juga berpeluang menguat mengikuti sentimen positif pasar obligasi global.
Di sisi lain, lanjut dia, ekspektasi inflasi Juli 2017 serta produk domestiki bruto (PDB) kuartal kedua 2017 yang membaik juga turut menambah dorongan apresiasi mata uang rupiah terhadao dolar AS.
Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menambahkan bahwa usai pelemahan dolar AS setelah The Fed mmpertahankan suku bunga acuannya dan laju inflasi masih tetap berada di bawah target meski perekonomian membaik, fokus investor akan beralih pada data ekonomi Amerika Serikat yang akan dirilis dalam waktu dekat.
"Data pesanan barang modal inti bulan Juni dan data klaim pengangguran mingguan Amerika Serikat menjadi perhatian pelaku pasar. Data ekonomi Amerika Serikat yang positif berpotensi memicu pemulihan dolar AS terhadap mata uang dunia," katanya.
IHSG
Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), pada Kamis dibuka menguat sebesar 7,07 poin seiring dengan keputusan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang mempertahankan suku bunga acuannya.
IHSG BEI dibuka naik 7,07 poin atau 0,12 persen menjadi 5.807,27 poin. Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak menguat 1,78 poin (0,18 persen) menjadi 973,56 poin.
"Hasil dari pertemuan The Fed yang akhirnya memutuskan untuk mempertahankan suku bunganya berdampak positif bagi bursa saham global, termasuk IHSG," kata Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere di Jakarta, Kamis.
Selain sentimen eksternal itu, ia mengatakan bahwa katalis lainnya dari internal berkenaan dengan pelaku pasar yang sedang mengantisipasi laporan laba perusahaan. Ekpsektasi kinerja keuangan perusahaan yang positif menjadi turut menopang IHSG.
Ia menambahkan bahwa upaya pemerintah dalam mengelola dana pinjaman yang dilakukan dengan kehati-hatian yang tinggi direspon positif pasar. Tambahan penerimaan negara yang berasal dari pinjaman diupayakan untuk mendanai pembangunan di antaranya pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan subsidi kepada masyarakat miskin serta untuk menunjang infrastruktur dan akses bagi sektorsektor unggulan seperti pariwisata.
Analis indosurya Mandiri Sekuritas, William Surya Wijaya menambahkan bahwa sentimen eksternal mengenai kebijakan The Fed terhadap suku bunga acuannya yang sesuai dengan harapan pasar menjaga pergerakan positif IHSG.
"Ruang kenaikan IHSG lebih tinggi kembali terbuka. Diproyeksikan IHSG akan bergerak di kisaran 5.761-5.876 pada hari ini (27/7)," katanya.
Bursa regional, di antaranya indeks bursa Nikkei naik 43,25 poin (0,22 persen) ke 20.093,41, indeks Hang Seng menguat 125,76 poin (0,47 persen) ke 26.066,78, dan Straits Times menguat 12,00 poin (0,32 persen) ke posisi 3.347,59. (*)
Pewarta: SupervisorEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.