London (Antara/Xinhua) - Saham-saham Inggris ditutup lebih rendah pada Selasa (18/7), dengan indeks acuan FTSE-100 di London melemah 0,19 persen atau 13,91 poin menjadi 7.390,22 poin.

G4S, perusahaan jasa keamanan multinasional Inggris, melonjak 3,43 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips".

Berikutnya, saham British Land dan Royal Mail yang masing-masing meningkat 3,15 persen dan 3,08 persen.

Di sisi lain, grup layanan informasi global Experian menjadi pemain terburuk (top loser) dalam saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya jatuh 2,05 persen.

Diikuti oleh Barclays, sebuah bank terkemuka Inggris, yang merosot 1,91 persen, dan Wolseley, perusahaan distribusi bahan bangunan multinasional Inggris, turun 1,39 persen.

Di Jerman, bursa saham Jerman berakhir lebih lemah pada Selasa (18/7), dengan indeks acuan DAX-30 di Bursa Efek Frankfurt turun 156,77 poin atau 1,25 persen menjadi 12.430,39 poin.

Perusahaan jasa perbankan dan keuangan global Jerman Deutsche Bank mencatat kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips", dengan harga sahamnya jatuh 2,51 persen.

Diikuti oleh perusahaan kimia multinasional Linde dan perusahaan media massa Eropa ProSiebenSat.1, yang masing-masing kehilangan 2,05 persen dan 2,01 persen.

Sementara itu, asosiasi perumahan Vonovia, perusahaan perawatan pribadi Beiersdorf dan spesialis ban Continental mengalami penurunan  paling kecil di antara saham-saham unggulan, masing-masing menyusut 0,20 persen, 0,23 persen dan 0,29 persen.

Perusahaan manufaktur dan elektronika Siemens adalah saham yang paling aktif diperdagangkan sepanjang hari dengan nilai transaksi mencapai 304,64 juta euro (352,01 juta dolar AS).

Di Spanyol, Bursa saham Spanyol ditutup lebih rendah pada Selasa (18/7), dengan indeks acuan IBEX-35 di Madrid jatuh 1,19 persen atau 126,7 poin menjadi 10.524,50 poin.

Sebanyak 30 saham dari 35 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan tercatat mengalami kerugian.

Perusahaan kimia dan farmasi Grifols memimpin penurunan (top loser) dalam kelompok saham unggulan atau "blue chips", dengan kehilangan 3,01 persen.

Diikuti oleh saham bank terbesar ketiga di Spanyol Caixabank dan peritel terkemuka di dunia Inditex yang masing-masing turun 2,46 persen dan 2,40 persen.

Di sisi lain, perusahaan konsultan dan teknologi Indra A memimpin kenaikan (top gainer) dari saham-saham unggulan dengan meningkat 0,51 persen.

Diikuti oleh saham perusahaan listrik Endesa yang menguat 0,33 persen dan perusahaan real estat Inmobiliaria Colonial naik 0,33 persen.

Di Prancis, Saham-saham Prancis berakhir lebih tendah pada Selasa (18/7), dengan indeks acuan CAC-40 di Paris turun 1,09 persen atau 56,90 poin menjadi 5.173,27 poin.

Sebanyak 37 saham dari 40 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan mengalami penurunan harga.

Pembuat ponsel Nokia anjlok 3,31 persen, merupakan penderita kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips".

Diikuti oleh saham produsen ban Prancis Michelin yang merosot 2,36 persen, dan perusahaan kimia Belgia Solvay kehilangan 1,71 persen.

Sementara itu, investor properti komersial Unibail-Rodamco naik 0,65 persen, merupakan peraih keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Diikuti oleh perusahaan konsultan teknologi informasi multinasional Prancis Cap Gemini yang bertambah 0,28 persen, dan perusahaan utilitas listrik multinasional Perancis Engie S.A. menguat 0,04 persen. (*)


Pewarta: Supervisor
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026