London,  (Antara/Xinhua) - Saham-saham Inggris berakhir lebih rendah pada Selasa (23/5), dengan indeks acuan FTSE-100 di London turun 0,15 persen atau 11,05 poin menjadi 7.485,29 poin menyusul serangan bom bunuh diri teroris di kota Manchester yang menewaskan sedikitnya 22 orang.

Babcock International Group, perusahaan jasa-jasa pendukung Inggris, melonjak 2,97 persen, merupakan peraih keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan atau "blue chips".

Diikuti oleh saham EasyJet dan ConvaTec Group yang masing-masing meningkat 2,52 persen dan 2,42 persen.

Sementara itu, peritel perbaikan rumah terkemuka di Eropa Kingfisher menjadi pemain terburuk dalam saham-saham unggulan, dengan sahamnya jatuh 2,42 persen.

Diikuti oleh perusahaan biofarmasi global Shire yang turun 2,35 persen, dan WPP, perusahaan periklanan dan hubungan publik multinasional Inggris, turun 2,16 persen.

Di Jerman, saham-saham Jerman ditutup lebih kuat pada Selasa (23/5), dengan indeks acuan DAX-30 di Bursa Efek Frankfurt naik 36,69 poin atau 0,31 persen menjadi 12.659,15 poin.

Kelompok energi RWE meraih keuntungan paling besar (top gainer) di antara saham-saham unggulan atau "blue chips", dengan sahamnya melonja 4,08 persen.

Selanjutnya, saham raksasa industri Jerman Thyssenkrupp dan perusahaan software multinasional SAP yang masing-masing naik 2,04 persen dan 1,27 persen.

Sementara itu, produsen otomotif Daimler menderita kerugiab paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan sahamnya jatuh 1,20 persen.

Diikuti oleh perusahaan farmasi Merck dan asosiasi perumahan Vonovia yang masing-masing turun 1,07 persen dan 0,89 persen.

Daimler merupakan saham yang paling aktif diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai 445,69 juta euro (499,84 juta dolar AS).

Di Prancis,  saham-saham Prancis berakhir sedikit lebih tinggi pada Selasa (23/5), dengan indeks acuan CAC-40 di Paris menguat 0,47 persen atau 25,28 poin menjadi 5.348,16 poin.

Sebanyak 27 saham dari 40 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan mencatat kenaikan.

Kelompok teknologi multinasional Nokia melonjak 5,75 persen, merupakan peraih keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan atau "blue chip".

Saham konglomerat media massa multinasional Prancis Vivendi berada di urutan kedua dengan bertambah 1,81 persen, diikuti oleh saham kelompok keuangan Prancis Credit Agricole di urutan ketiga yang naik 1,77 persen.

Di sisi lain, produsen mobil Prancis Renault turun sebesar 0,76 persen, merupakan penderita kerugian terbesar (top loser) dari saham-saham unggulan.

Diikuti oleh saham raksasa proyek-proyek minyak, gas, teknologi, sistem dan jasa-jasa TechnipFMC yang kehilangan 0,58 persen, serta saham kelompok barang mewah LVMH turun tipis 0,42 persen.

Di Spanyol,  indikator utama pasar saham Spanyol, indeks IBEX-35 berakhir lebih tinggi pada Selasa (23/5), naik 1,14 persen menjadi 10.916,30 poin, dari 10.793,40 poin pada Senin (22/5).

Saham Caixabank memimpin kenaikan dengan bertambah 2,74 persen, diikuti oleh Bankia, Banco Santander, dan Endesa yang masing-masing naik 2,33 persen, 2,30 persen, dan 2,26 persen.

Di sisi lain, saham Cellnex memimpin penurunan dengan kehilangan 1,40 persen, diikuti oleh Merlin, Grifols, dan Banco Popular, yang masing-masing turun 0,80 persen, 0,78 persen, dan 0,57 persen.

Premi risiko Spanyol ditutup pada 122 poin dan suku bunga obligasi 10-tahun Spanyol berakhir di 1,59 persen. (*)



Pewarta: Supervisor
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026