Jakarta (Antara) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat pagi, bergerak menguat sebesar 15 poin sedangkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, dibuka menguat sebesar 27,57 poin atau 0,49 persen.
Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Jumat pagi, bergerak menguat sebesar 15 poin menjadi Rp13.331, dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.346 per dolar AS.
Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Jumat mengatakan bahwa sejumlah harga komoditas yang mulai mengalami penguatan menjadi salah satu sentimen positif bagi mata uang rupiah.
"Harga komoditas yang menguat menjaga fluktuasi rupiah di area positif," katanya.
Terpantau harga minyak jenis WTI Crude pada Jumat (12/5) pagi ini bergerak menguat 0,08 persen menjadi 47,87 dolar AS per barel, dan Brent Crude naik 0,10 persen menjadi 50,82 dolar AS per barel.
Ia menambahkan bahwa kabar mengenai rencana pemerintah akan mengajukan beberapa proposal proyek infrastruktur strategis ke Tiongkok untuk meningkatkan investasi dalam negeri, cukup mampu menopang mata uang rupiah.
"Situasi itu membuka momentum bagi rupiah untuk terapresiasi terhadap dolar AS," katanya.
Pengamat pasar uang Bank Woori Saudara Indonesia Tbk, Rully Nova menambahkan bahwa mata uang rupiah terbantu oleh harga minyak mentah dunia yang menguat, mengingat Indonesia merupakan salah satu negara berbasis komoditas.
Di sisi lain, lanjut dia, sebagian pelaku pasar yang masih optimis terhadap kenaikan peringkat dari lembaga pemeringkat Standard & Poors (S&P) menjadi investment grade juga turut menjadi salah satu faktor penopang mata uang rupiah.
IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, dibuka menguat sebesar 27,57 poin atau 0,49 persen menjadi 5.680,58 poin seiring dengan aksi beli oleh sebagian investor.
Sementara itu kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak menguat 6,92 poin (0,74 persen) menjadi 948,86 poin.
Analis Binaartha Sekuritas reza Priyambada di Jakarta, mengatakan bahwa sebagian investor yang mulai melakukan aksi beli saham serta nilai tukar rupiah yang mengalami apresiasi menjadi salah satu penopang bagi IHSG.
"Situasi itu menjadi momentum bagi IHSG untuk kembali bergerak di area positif," katanya.
Ia menambahkan, harga minyak mentah dunia yang mulai menguat setelah mengalami tekanan pada hari sebelumnya turut memberikan efek psikologis yang positif bagi investor melakukan aksi beli saham.
"Namun, pelaku pasar diharapkan tetap waspada mengingat sentimen yang beredar baik dalam negeri maupun global yang mudah berubah," katanya.
Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere menambahkan, Lembaga Dana Moneter Internasional (IMF) yang menyatakan prospek ekonomi Asia akan menghadapi ketidakpastian dan penurunan ekonomi akibat kondisi pengetatan ekonomi global dan kebijakan proteksionis perdagangan, dapat memengaruhi laju IHSG.
"Ketidakpastian ekonomi global dapat membayangi perekonomian nasional, disamping itu juga akan berpengaruh pada IHSG," katanya.
Sementara, bursa regional, di antaranya indeks bursa Nikkei turun 134,04 poin (0,67 persen) ke 19.827,51, indeks Hang Seng menguat 14,26 poin (0,06 persen) ke 25.139,81, dan Straits Times melemah 6,37 poin (0,19 persen) posisi 3.264,27. (*)
Pewarta: SupervisorEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.