Kami siapkan semaksimal mungkin baik dari tanaman tebu dan pabriknya, sehingga diharapkan hasilnya bisa optimal yakni targetnya sebanyak 9,3 juta tebu yang akan digiling tahun ini di PG Semboro,
Jember, (Antarajatim) - General Manajer Pabrik Gula Semboro Agus Setiono mengatakan pihaknya menargetkan giling sebanyak 9,3 juta tebu di Pabrik Gula Semboro, Kabupaten Jember, Jawa Timur pada tahun 2017.
"Kami siapkan semaksimal mungkin baik dari tanaman tebu dan pabriknya, sehingga diharapkan hasilnya bisa optimal yakni targetnya sebanyak 9,3 juta tebu yang akan digiling tahun ini di PG Semboro," katanya di Kabupaten Jember, Senin.
Menurutnya PG Semboro akan memaksimalkan tanaman tebu lokal di Kabupaten Jember untuk digiling di pabrik setempat, sehingga secara bertahap akan dirintis penambahan lokasi lahan tebu di Kecamatan Semboro dan sekitarnya.
"Kami berharap rendemen tebu tahun ini lebih baik dibandingkan tahun lalu yang merosot akibat cuaca ekstrem, sehingga diharapkan rendemen tebu tahun ini berkisar 7-7,5 persen. Namun, rendemen tersebut sangat ditentukan oleh faktor iklim dan cuaca," tuturnya.
Ia mengatakan peningkatan kapasitas giling di Pabrik Gula Djatiroto menjadi 10.000 ton tidak mempengaruhi berkurangnya bahan baku tebu di PG Semboro karena pabrik gula di Kabupaten Jember itu mendapatkan pasokan tebu di kabupaten setempat.
"Jumlah tebu di Jember sekitar 7 juta dengan luas lahan sekitar 6.000 hektare, namun ke depan PG Semboro akan meningkatkan luas lahan tebu di wilayah setempat," katanya.
Agus mengatakan pihak pabrik gula berusaha melakukan pendekatan kepada petani untuk meihat potensi mana yang dikembangkan untuk perluasan lahan tebu dengan melakukan gerakan kunjunan kepada petani tebu dan melihatkan petani tebu di sana.
"Sejauh ini kapasitas terpasang Pabrik Gula Semboro sebanyak 7.000 ton atau 'ton cane per day'(TCD)," ujarnya, menambahkan.(*)
Pewarta: Zumrotun SolichahEditor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.