"Air Bengawan Solo di hilir Jawa Timur, akan terus turun sepanjang tidak ada tambahan air hujan dari daerah hulu," kata Petugas Posko UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro Budi Indro Sulistyo, Kamis.Bojonegoro (Antara Jatim) - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan ketinggian air Bengawan Solo di hilir Jawa Timur, Bojonegoro, surut mencapai 13,57 meter, Jumat pukul 08.00 WIB.
"Air Bengawan Solo di hilir Jawa Timur, akan terus turun sepanjang tidak ada tambahan air hujan dari daerah hulu," kata Petugas Posko UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro Budi Indro Sulistyo, Kamis.
Sebelumnya, kata dia, ketinggian air Bengawan Solo pada papan duga di Bojonegoro sempat mencapai 13,85 meter (siaga I) dalam beberapa jam.
Ia juga menjelaskan ketinggian air banjir Bengawan Solo di hulu, Jawa Tengah juga Ngawi sudah surut.
Selain itu debit air Kali Kening dari Tuban yang masuk ke Bengawan Solo juga sudah mulai bekurang.
"Air di hilir akan berangsur-angsur surut, karena air laut tidak pasang sehingga debit banjir Bengawan Solo yang masuk ke laut lancar," ucapnya menegaskan.
Data ketinggian air di hilir, Babat, Laren, Karanggeneng, dan Kuro, Lamongan, dalam waktu bersamaan masing-masing 7,74 meter (siaga I0, 5,46 meter (siaga II), 4,10 meter (siaga I) dan 2,03 meter (siaga I).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Andik Sudjarwo menyatakan mewaspadai tanggul kritis Bengawan Solo di Desa Kanor, Kecamatan Kanor, sepanjang 120 meter yang terancam longsor.
Tanggul Kanor itu rawan jebol, katanya, di sejumlah lokasi longsor sehingga kalau jebol luapan Bengawan Solo akan meluber menggenangi jalan raya Bojonegoro-Surabaya.
"Teknis perbaikan akan ditangani Balai Besar Bengawan Solo di Solo," jelas dia.
Camat Kanor, Bojonegoro Subiyono, melaporkan puluhan warga di wilayahnya melakukan kerja bakti mengamangkan tanggul di Kali Mekuris di Desa Simbatan, Kecamatan Kanor, karena air luapan Bengawan Solo mulai meluber.
Tanggul Kali Mekuris yang meluber itu, lanjut dia, mulai merembes menggenangi jalan raya Kanor-Sumberrejo.
"Ada sekitar 57 warga dengan dibantu muspika melakkan kerja bakti meninggikan tanggul Kali Mekuris," ucapnya menambahkan.
Ia menambahkan di wilayahnya naiknya ketinggian air Bengawan Solo, belum merendam areal persawahan dan pemukiman warga.
"Naiknya ketinggian air Bengawan Solo di wilayah kami masih terkendali," ucapnya menegaskan. (*)
Pewarta: Slamet Agus SudarmojoEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.