Jakarta (Antara) - Nilai tukar rupiah dalam transaksi antarbank di Jakarta pada Kamis pagi bergerak naik 19 poin dan  Indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia (IHSG BEI) naik 8,39 poin atau 0,16 persen.

Nilai tukar rupiah dalam transaksi antarbank di Jakarta pada Kamis pagi bergerak naik 19 poin menjadi Rp13.312 per dolar AS.

Ekonom Samuel Sekuritas Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan bahwa neraca perdagangan Indonesia periode Januari 2017 yang diproyeksikan surplus menjadi salah satu faktor yang menjaga nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di area positif.

"Pertumbuhan ekspor diperkirakan masih tinggi, menandakan pengaruh positif dari kenaikan harga komoditas," katanya.

Pemilihan kepala daerah serentak yang berlangsung kondusif, terutama di DKI Jakarta, menurut dia, juga menjadi faktor pendukung.

Kendati demikian, dia mengatakan, ruang apresiasi rupiah terhadap dolar AS kemungkinan terbatas karena pelaku pasar sedang menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia mengenai kebijakan suku bunga acuan (BI 7-Day Repo Rate).

"Kebijakan BI 7-Day Repo Rate itu cukup penting, ditunggu di tengah potensi inflasi yang naik serta pandangan hawkish Ketua The Fed Janet Yellen mengenai suku bunga acuan (Fed Fund Rate)," katanya.

Selain itu, menurut Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada, sentimen mengenai rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan pembaruan pajak masih bisa membuat dolar AS kembali naik.

"Ditambah lagi menjelang penyampaian testimoni The Fed mengenai kebijakan kenaikan suku bunga acuan, itu dapat membuat pergerakan dolar AS kembali terapresiasi di pasar global, termasuk di dalam negeri," katanya.

IHSG Menguat

Sementara itu, indeks harga saham gabungan di BEI naik 8,39 poin atau 0,16 persen menjadi 5.389,06 poin pada pembukaan bursa Kamis pagi, setelah pemilihan kepala daerah serentak berlangsung kondusif.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak naik 2,10 poin (0,24 persen) menjadi 895,82 poin.

Wakil Presiden Riset dan Analisis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere mengatakan Pilkada serentak yang berlangsung cukup kondusif menjadi katalis bagi IHSG untuk bergerak ke area positif.

"Pelaku pasar mengapresiasi Pilkada yang berjalan lancar sehingga meredam kekhawatiran investor di pasar modal," katanya.

Sementara dari eksternal, dia menjelaskan, ketidakpastian politik dan kebijakan ekonomi pemerintah Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump masih akan menjadi penghambat pergerakan indeks saham global, termasuk IHSG.

"Dari sisi politik di AS, sejumlah pejabat melakukan pengunduran diri dengan alasan keengganan mematuhi kebijakan Trump, kondisi itu membuat sebagian investor khawatir ketidakpastian politik AS mempengaruhi ekonomi global yang dapat berpengaruh pada bursa saham," katanya.

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan Pilkada yang berjalan lancar diharapkan dapat mengimbangi sentimen negatif global sehingga pasar saham domestik bisa terus melanjutkan kinerja positif.

"Dengan kondisi di dalam negeri yang stabil maka pelaku pasar akan tetap rasional dalam mengambil keputusan," katanya.

Di tingkat regional, di antaranya indeks Hang Seng menguat 49,74 poin (0,21 persen) ke level 24.044,61; indeks Nikkei turun 119,62 poin (0,62 persen) ke level 19.318,36; dan Straits Times menguat 3,56 poin (0,12 persen) posisi 3.092,20. (*)



Pewarta: Supervisor
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026