Situbondo (Antara Jatim) - Cuaca ekstrem yang terjadi sejak hampir satu bulan terakhir dan membuat nelayan tidak melaut juga membawa dampak pada perekonomian para nelayan di Situbondo, Jawa Timur.

"Cuaca buruk di Perairan Selat Madura yang sudah satu bulan memang berdampak pada perekonomian nelayan di sini. Sejak beberapa pekan terakhir kebanyakan nelayan tidak melaut karena angin kencang dan gelombang besar," ujar salah seorang nelayan asal Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo Suyanto di Situbondo, Rabu.

Ia mengemukakan, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari memilih menggadaikan perabotan rumah tangganya dan bahkan menjual harta benda yang ada seperti sepeda motor dan sepeda pedal (gayung).

Terpaksa menjual dan menggadaikan perabotan rumah tangga, katanya, karena dalam satu bulan terakhir sudah tidak bisa melaut mencari tangkapan ikan, sebab cuaca ekstrem angin kencang dan gelombang tinggi membuat mereka takut melaut.

"Saya sendiri menjual sepeda motor dan sepeda pedal dan sebagian perabotan rumah tangga saya gadaikan selama tidak bekerja, tetapi kalau sudah bekerja lagi (melaut) tentu perabotan yang digadaikan ditebus lagi," katanya.

Menurut Suyanto, saat musim paceklik atau cuaca ekstrem tiba mayoritas para nelayan di desanya juga menggadaikan perabotan rumah tangganya dan hal itu seakan sudah menjadi rutinitas setiap tahun bagi nelayan.

"Sebagian nelayan ketika tidak bisa melaut ada yang bekerja serabutan seperti kuli bangunan dan lainnya, kalau saya tidak bisa kerja di darat atau mencari kerjaan seperti kuli karena saya sudah biasa kerja ke laut, nanti menunggu cuaca bagus lagi baru kerja," tuturnya.

Para nelayan di Situbondo memilih menambatkan (memarkir) perahunya di pinggir pantai dan sebagian dari mereka ada hanya melakukan aktivitas memperbaiki alat tangkap (jaring, pancing) ikannya yang rusak dan membersihkan perahunya. (*) 
Video oleh : Novi H


Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026