Sidoarjo, (Antara Jatim) - Petugas Terminal Purabaya Surabaya mengingatkan kepada perusahaan bus untuk melengkapi kelayakan bus, terutama yang akan digunakan sebagai sarana angkutan liburan sekolah seperti saat ini.
Plt. Kepala Terminal Purabaya Surabaya Soesandi Ismawan di Sidoarjo, Jumat mengatakan pihaknya saat ini sering melakukan pemeriksaan terkait dengan kelayakan bus yang akan mengangkut penumpang dari dalam Terminal Purabaya Surabaya.
"Kalau bus tersebut tidak layak, terpaksa kami keluarkan dari dalam terminal dalam keadaan kosong untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas di jalan raya," ujarnya.
Ia mengemukakan, pemeriksaan kelengkapan kendaraan juga terus dilakukan seperti berfungsinya pengukur kecepatan, kaca tidak pecah, perlengkapan kotam obat serta adanya palu pemecah kaca di dalam bus.
"Kelengkapan juga menjadi salah satu indikator apakah bus tersebut layak jalan dengan membawa penumpang atau tidak, karena faktor keamanan harus diutamakan saat membawa penumpang," tuturnya.
Ia mengatakan, pada liburan kali ini pihaknya juga melakukan beberapa kesiapan antara lain adalah melakukan pemeriksaan terhadap awak bus terkait dengan penggunaan obat-obatan terlarang.
"Kalau ada yang yang terindikasi menggunakan narkoba, tentu saja akan dilakukan langkah lanjutan. Termasuk kalau awak bus tersebut menggunakan obat-obatan yang lain dan juga terindikasi terkena darah tinggi dan penyakit lainnya," ujarnya.
Ia berharap dengan adanya segala macam kesiapan ini akan memudahkan dan mengurangi risiko terjadinya kecelakaan lalu lintas di jalan raya saat musim liburan seperti sekarang ini.
"Kami juga optimistis jika pada liburan ini ketersediaan bus untuk mengangkut penumpang masih mencukupi. Kalaupun ada keterlambatan kedatangan bus itu salah satunya dikarenakan adanya kemacetan dk jalan raya," katanya.(*)
Pewarta: Indra SetiawanEditor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.