"Membaca data dengan tepat berarti kebijakan bisa tepat, kalau baca data salah, akan salah,"
Kediri (Antara Jatim) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kediri, Jawa Timur, menegaskan pentingnya data dalam mendukung perekonomian daerah, sehingga daerah pun bisa melakukan pemetaaan prioritas dalam mengambil kebijakan.
    
"Membaca data dengan tepat berarti kebijakan bisa tepat, kalau baca data salah, akan salah," kata Kepala BPS Kediri Ellyin T Brahmana dalam acara sosialisasi manfaat data dalam mendukung perekonomian daerah di Kantor Bank Indonesia Kediri, Jawa Timur, Rabu.
     
Ia mengatakan, pengaruh data sangat besar. Pemerintah ataupun yang berkepentingan bisa membuat kebijakan untuk meningkatkan sektor agar lebih optimal.
     
Di Kediri, kata dia, pemanfaatan data untuk mendukung perekonomian daerah sudah baik, namun menurut dia, masih ada yang perlu ditingkatkan, misalnya mencari solusi dari jumlah pengangguran yang masih tinggi. 
    
Selain itu, ia pun menilai, pemerintah perlu untuk mengembangkan sektor perdagangan dan jasa. Beberapa yang dikembangkan misalnya untuk konstruksi, reparasi mobil, sepeda motor, maupun komunikasi. Untuk konstruksi, karena lahan terbatas bisa dibuat dengan sistem tinggi ke atas, bukan ke samping. 
     
Pihaknya menambahkan, sektor pendidikan juga sangat berpotensi besar untuk dikembangkan. Jika banyak yang menempuh pendidikan di Kediri, secara otomatis sektor lainnya juga ikut bergerak, misalnya indekos, maupun jasa penginapan. Di Kediri, pemerintah daerah mulai membangun kampus politeknik serta pembangunan kampus Universitas Brawijaya, Kediri. 
     
"Jika diperhatikan, orang-orang dari luar Kediri, jika mampu ditarik ke sini (Kediri), banyak sektor lain yang masuk, misalnya membuat indekos," katanya.
     
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri Djoko Raharto mengatakan data memang sangat penting sebagai pendukung dalam membuat keputusan. 
     
Ia mendukung kegiatan tersebut dan berharap seluruh pemangku kepentingan bisa lebih memahami pemafaatan data dengan benar. 
     
"Jika mereka paham pentingnya data, bisa memahami dan harapannya kebijakan pemerintah ataupun instansi manapun bisa lebih valid," katanya.
     
Ia mengatakan, data tersebut bisa menjadi bagian dari perencaaan di seluruh institusi yang berkepentingan. Program dan kebijakan mereka bisa lebih terarah serta lebih tepat.
     
"Bagi pemda, tentunya untuk menentukan kebijakan serta sektor yang diunggulkan, misalnya menanggulangi kemiskinan," harapnya.
     
Sementara itu, Sekretaris Daerah Pemkot Kediri Budwi Sunu mengatakan pemerintah kota sangat terbantu dengan data yang dihimpun dari BPS ini, sebab membuat program lebih terarah.
     
"Data yang dihimpun ini, maka perekonomian lebih bisa dimonitor. Masyarakat juga bisa melihat perkembangan performa ekonomi daerahnya, salah satunya PDRB (produk domestik regional bruto) Kota Kediri," kata Budi.
     
Acara sosialisasi ini diikuti sejumlah instansi di Kediri, baik negeri maupun swasta serta perbankan. Selain itu, terdapat juga perwakilan dari akademisi. (*)


Pewarta: Asmaul Chusna
Editor : Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026