Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur meminta kader kesehatan untuk memperkuat deteksi dini dan investigasi kontak untuk mencegah penularan tuberkulosis (TBC) di masyarakat.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan kader memiliki peran penting dalam menelusuri kontak erat pasien TBC, memberikan edukasi kepada masyarakat, serta mengarahkan warga yang berisiko untuk segera menjalani pemeriksaan dan mendapatkan penanganan.

"Artinya, setelah menemukan seseorang dengan TBC, pekerjaan belum selesai. Kita harus memastikan siapa saja yang tinggal serumah, siapa yang sering berinteraksi dekat, apakah mereka sudah diperiksa, dan apabila memenuhi kriteria, apakah sudah mendapatkan terapi pencegahan," katanya di Kediri, Rabu.

Wali Kota saat kegiatan peningkatan kapasitas kader Tatalaksana Investigasi Kontak (IK) dan Infeksi Laten Tuberkulosis (ILTB) di Kediri mengungkapkan berdasarkan data Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) hingga 24 September 2026, Kota Kediri menemukan 1.430 notifikasi kasus TBC atau 76 persen dari target 1.872 kasus.

Namun, capaian investigasi kontak baru mencapai 62 persen, sedangkan pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) tercatat 17 persen.

Menurut dia, kader perlu mampu menjelaskan manfaat TPT secara humanis serta mendampingi pasien agar menjalani pengobatan hingga tuntas.

Ia mengingatkan kader untuk memperhatikan keselamatan diri ketika melakukan pendampingan terhadap pasien TBC mengingat penyakit tersebut dapat menular.

"Jangan sampai niatnya sudah baik ingin merawat yang terkena TBC, tetapi lupa memakai masker. Setelah kontak langsung dengan pasien, jangan lupa cuci tangan. Ini perlu diperhatikan, karena TBC merupakan penyakit menular," ujarnya.

Wali Kota juga meminta kader memperkuat edukasi kepada keluarga pasien untuk mencegah penularan di lingkungan terdekat.

Ia menekankan pentingnya memastikan pasien mengonsumsi obat secara rutin hingga pengobatan selesai, sekaligus mengingatkan kader agar memperhatikan kesehatan anggota keluarganya sendiri.

"Upaya kita bukan hanya menjaga masyarakat yang ada di lingkungan sekitar, tapi juga menjaga agar keluarga kita sendiri terhindarkan dari penyakit TBC. Kadang kita terlalu fokus menjaga lingkungan, tetapi lupa mengedukasi suami, anak dan lain sebagainya," katanya.

Pemerintah Kota Kediri mendorong penemuan kasus secara lebih dini, penelusuran kontak erat, pemberian terapi pencegahan bagi kelompok yang memenuhi kriteria, serta pendampingan pasien agar pengobatan TBC dapat diselesaikan.

Pihaknya juga mengajak seluruh pihak menghilangkan stigma terhadap pasien TBC dan memberikan dukungan selama mereka menjalani pengobatan.

"Pastikan kehadiran dan kepedulian kita menjadi semangat mereka untuk sembuh. Hilangkan stigma. Kita yakinkan TBC bisa disembuhkan dan obatnya gratis," ujarnya.

Kegiatan peningkatan kapasitas kader tersebut menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Zhafira Ramadhani Arimurti.

Kegiatan itu juga dihadiri Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri Rini Hidayat, para penanggung jawab program TBC dan promosi kesehatan di seluruh puskesmas Kota Kediri, serta kader kesehatan Kota Kediri.



Pewarta: Asmaul Chusna
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026