Kelompok penyumbang inflasi terbesar setelah pendidikan adalah rekreasi dan olahraga yakni sekitar 1,73 persen, kemudian disusul makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau yang mengalami inflasi sebesar 0,45 persen
Surabaya, (Antara Jatim) - Provinsi Jawa Timur mengalami inflasi sebesar 0,16 persen pada September 2016, dengan penyumbang terbesar adalah pembiayaan sekolah.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur Teguh Pramono dalam keterangan persnya di Surabaya, Senin mengatakan selain pembiayaan sekolah, penentu inflasi di Jatim pada bulan ini adalah tingginya biaya produksi produk.
"Memang sekarang tidak ada peristiwa khusus, tapi ada beberapa faktor yang masih menyebabkan inflasi di Jatim," tutur Teguh.
Teguh mengatakan biaya pendidikan menjadi faktor terbesar inflasi karena adanya pendaftaran sekolah anak, serta pendaftaran kuliah bagi mahasiswa baru.
"Faktor lainnya adalah biaya produksi yang masih tinggi di beberapa wilayah Jatim," katanya.
Sementara itu, kata Teguh, dari tujuh kelompok pengeluaran, enam kelompok mengalami inflasi dan satu kelompok mengalami deflasi.
"Kelompok penyumbang inflasi terbesar setelah pendidikan adalah rekreasi dan olahraga yakni sekitar 1,73 persen, kemudian disusul makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau yang mengalami inflasi sebesar 0,45 persen," katanya.
Berikutnya, kata Teguh adalah biaya perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,27 persen.
Untuk transportasi, komunikasi dan jasa keuangan mengalami inflasi sebesar 0,25 persen, disusul kelompok kesehatan sebesar 0,11 persen.
"Inflasi terendah adalah kelompok sandang yang hanya 0,04 persen, dan kelompok yang diekspor adalah bahan makanan sebesar 0,89 persen," katanya.
Teguh mejelaskan terjadinya inflasi karena adanya tarik menarik antara penerimaan dan penawaran, atau adanya permintaan tinggi tapi pasokan berkurang.
"Penyumbang inflasi lainnya biasanya adalah bencana alam. Tapi kita masih aman, jadi kemungkinan besar penentu inflasi bulan ini juga karena harga pokok produksi yang tinggi," katanya.*
Pewarta: A Malik IbrahimEditor : Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.