Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa optimistis Gerakan Pramuka Jawa Timur dapat menjadi penggerak ketahanan pangan melalui pendidikan dan praktik nyata untuk mendukung swasembada pangan menuju Indonesia Emas 2045.

"Tema yang ditetapkan Kwartir Nasional tersebut menegaskan tiga arah penting, yaitu memantapkan organisasi agar semakin modern dan profesional, memberikan kontribusi nyata terhadap swasembada pangan, serta menyiapkan generasi muda menjadi pemimpin menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya dalam keterangan diterima di Surabaya, Kamis.

Menurut Khofifah yang juga Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Jawa Timur itu, tema Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026, Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045, relevan dengan tantangan generasi muda sekaligus kebutuhan pembangunan nasional.

Ia mengatakan Gerakan Pramuka tidak hanya berperan membentuk karakter, tetapi juga dapat memberikan pengalaman nyata kepada generasi muda dalam belajar memimpin, bekerja sama, hidup mandiri, mencintai lingkungan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Persaingan global juga membutuhkan generasi yang berkarakter, tangguh, adaptif, mampu bekerja sama, peduli, dan bertanggung jawab. Di sinilah Gerakan Pramuka memiliki peran strategis, karena Pramuka adalah gerakan pendidikan yang membentuk karakter melalui pengalaman nyata," katanya.

Khofifah menilai Jawa Timur memiliki posisi strategis dalam mendukung swasembada pangan nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, produksi padi pada 2025 mencapai 10,44 juta ton gabah kering giling (GKG), meningkat 12,60 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Karena itu, ia menyambut baik semangat Satu Gugus Depan, Satu Ketahanan Pangan yang dapat disinergikan dengan Program Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan (SIKAP) Provinsi Jawa Timur.

"Karena itu, saya menyambut baik semangat Satu Gugus Depan, Satu Ketahanan Pangan yang dapat disinergikan dengan Program Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan (SIKAP) Provinsi Jawa Timur. Saya juga mengapresiasi kolaborasi Gerakan Pramuka dengan perguruan tinggi, termasuk Universitas Negeri Surabaya, dalam membuka akses pendidikan bagi Pramuka berprestasi," ujarnya.

Ia berharap kolaborasi pemerintah, Gerakan Pramuka, dan perguruan tinggi terus diperluas untuk menyiapkan generasi muda yang berkarakter, mandiri, adaptif, sekaligus mampu berkontribusi terhadap ketahanan pangan dan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.



Pewarta: Willi Irawan
Uploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026