Kloter 1 dari Sumenep memang ada perubahan kedatangan dari jam 04.45 WIB menjadi 09.45 WIB, namun perubahan itu pun molor satu jam lebih menjadi pukul 10.00 WIBSurabaya (Antara Jatim) - Kedatangan jamaah haji dari Kelompok Terbang (Kloter) 1/Sumenep dan Kloter 2/Pamekasan mengalami molor hingga beberapa jam dari jadwal, bahkan kloter 1 sempat ada perubahan kedatangan.
"Kloter 1 dari Sumenep memang ada perubahan kedatangan dari jam 04.45 WIB menjadi 09.45 WIB, namun perubahan itu pun molor satu jam lebih menjadi pukul 10.00 WIB," kata Sekretaris PPIH Debarkasi Surabaya HM Sakur di sela menerima kedatangan jamaah haji di Surabaya, Minggu.
Hal yang sama juga dialami Kloter 2 dari Pamekasan, Sumenep, dan Surabaya juga mengalami peruban dan juga molor. Rencananya, Kloter 2 tiba pukul 06.30 WIB, namun diubah menjadi pukul 15.00 WIB. Perubahan itu pun masih molor dua jam menjadi pukul 17.00 WIB.
"Informasi perubahan jadwal itu kami terima dari maskapai penerbangan, tapi kami tidak tahu faktor penyebabnya. Kemungkinan kepadatan arus penerbangan di Bandara Jeddah pada saat pemulangan saja," katanya.
Menurut Sakur yang juga Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Jatim itu, jamaah haji asal Sumenep yang tergabung dalam Kloter 1 sebanyak 444 orang dari sebelumnya 445 orang, karena ada seorang yang wafat di Tanah Suci.
"Akhirnya, jamaah haji Kloter 1 menjadi 446 orang, karena ada 444 orang dari Kloter 1 dan ditambah dua orang yang mutasi dari kloter lain, sedangkan jamaah haji yang meninggal dunia di Mekkah, yakni Taharuddin bin Sahed (58) dari Desa Bilis Bilis, Kecamatan Arjasa, Sumenep," katanya.
Secara keseluruhan, jamaah haji asal Sumenep tergabung dalam tiga kloter, yakni kloter 1 dan Kloter 2, namun yang satu kloter utuh hanya Kloter 1, sedangkan Kloter 2 bersifat campuran dengan daerah lain. "Datanya masih menunggu kedatangan agak petang," katanya. (*)
Pewarta: Edy M YakubEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.