Jakarta (Antara) - Nilai tukar rupiah dalam transaksi antarbank di Jakarta, Selasa pagi, bergerak naik 24 poin menjadi Rp13.100 per dolar AS  sedangkan Indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia (BEI)  dibuka menguat 0,91 poin menjadi 5.459,89 poin .

Kepala Riset NH Korindo Securities Reza Priyambada mengatakan nilai tukar rupiah terlihat masih mampu bergerak di area positif.

Sentimen pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia triwulan II yang lebih baik dari periode sebelumnya menjadi salah satu faktor penopang nilai tukar rupiah.

"PDB Indonesia kembali berada di area 5 persen. Itu menjadi salah satu faktor yang menjaga rupiah," katanya.

Kendati demikian, ia menjelaskan, dolar AS yang cenderung menguat terhadap mayoritas mata uang dunia dapat mempengaruhi laju rupiah ke depannya sehingga pergerakan nilai rupiah berpotensi terkonsolidasi.

Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan dolar AS yang cenderung menguat di pasar global dapat membatasi pergerakan rupiah.

Di sisi lain, dia mengatakan, pemangkasan anggaran serta realisasi amnesti pajak yang belum signifikan diperkirakan memberikan sedikit sentimen negatif ke pasar keuangan Indonesia.

Ia mengatakan kebijakan mengenai 7 day repo rate yang akan diberlakukan 19 Agustus 2016 oleh Bank Indonesia akan menjadi fokus pasar, dan itu diharapkan dapat mendorong penguatan rupiah. 


IHSG 

Indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa pagi dibuka menguat 0,91 poin menjadi 5.459,89 poin.  Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak naik 0,22 poin menjadi 940,99.

"Minimnya sentimen positif dari bursa regional membuat IHSG bergerak mendatar, namun masih menguat meski terbatas," kata Kepala Riset Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo.

Ia menyarankan pemodal lebih berhati-hati mengambil posisi dalam bertransaksi. Dia mengatakan posisi-posisi spekulatif sebaiknya hanya dilakukan pada saham-saham yang masih berada dalam tren naik.

Ia memproyeksikan IHSG pada hari ini bergerak di kisaran 5.425 sampai 5.465 poin. Jika indeks menembus level 5.465 poin maka akan kembali membuka potensi kenaikan IHSG selanjutnya.

Wakil Presiden Riset dan Analisis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere menambahkan pergerakan IHSG mulai melambat karena investor juga sedang mencermati rencana pemerintah memangkas anggaran belanja di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2016.

"Di sisi lain, investor juga masih dibayangi oleh masih melambatnya kondisi ekonomi dunia," katanya.

Di bursa regional, indeks Hang Seng turun 40,89 poin (0,18 persen) menjadi 22.453,87; indeks Nikkei naik 17,80 poin (0,11 persen) ke level 16.669,28; dan Straits Times menguat 42,61 poin (1,51 persen) ke posisi 2.870,78.  (*)



Pewarta: Supervisor
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026