Jakarta (Antara) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin pagi, bergerak menguat sebesar 43 poin sedangkan Indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia (IHSG BEI) menguat 64,21 poin.

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin pagi, bergerak menguat sebesar 43 poin menjadi Rp13.069 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp13.112 per dolar AS.

"Dolar AS bergerak cenderung melemah terhadap mayoritas mata uang dunia, termasuk rupiah. Pelemahan dolar AS itu dipengaruhi respon pasar terhadap rilis pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat yang cenderung melambat pada kuartal II 2016," kata Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Senin.

Ia mengemukakan bahwa Produk domestik bruto (PDB) Amerika Serikat pada tingkat tahunan sebesar 1,2 persen pada kuartal kedua 2016, di bawah konsensus pasar 2,6 persen.

Ia menambahkan bahwa minyak mentah dunia yang kembali bergerak menguat turut membuat pergerakan mata uang komoditas, seperti rupiah mengalami apresiasi terhadap dolar AS.

Terpantau harga minyak jenis WTI Crude pada Senin pagi ini (1/8) menguat 0,347 persen menjadi 41,74 dolar AS per barel, dan Brent Crude naik 0,32 persen menjadi 43,67 dolar AS per barel.

Fokus selanjutnya, ia mengatakan bahwa akan dirilisnya data inflasi Indonesia bulan Juli 2016 akan menjadi perhatian pelaku pasar uang di dalam negeri, diharapkan data ekonomi itu sesuai estimasi pasar sehingga mampu menopang laju rupiah lebih tinggi.

Analis dari PT Platon Niaga Berjangka Lukman Leong menambahkan bahwa eforia amnesti pajak dan perombakan susunan Kabinet Kerja masih menjadi salah satu faktor yang menopang laju mata uang domestik.

Namun, lanjut dia, penguatan rupiah diproyeksikan relatif terbatas mengingat adanya intervensi dari Bank Indonesia yang menginginkan apresiasi rupiah tidak terlalu cepat karena dapat mengganggu pertumbuhan ekonomi domestik ke depannya. 


IHSG BEI menguat 

Sementara itu, Indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia (IHSG BEI) menguat 64,21 poin atau 1,52 persen menjadi 5.295,49 pada awal perdagangan Senin pagi. 

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak menguat 16,10 poin (1,80 persen) menjadi 908,94.

"Bursa saham di kawasan Asia pagi ini cenderung kondusif, situasi itu menjadi salah satu faktor yang mendorong pelaku pasar saham di dalam negeri mengambil posisi beli sehingga indeks BEI bergerak positif," kata Kepala Riset Universal Broker Indonesia, Satrio Utomo.

Dari dalam negeri, dia menjelaskan, penguatan kembali harga saham PT HM Sampoerna Tbk setelah sempat tertekan akhir pekan lalu (Jumat, 29/7) ikut mengangkat IHSG BEI.

Kendati demikian, ia menambahkan, menjelang publikasi data inflasi Juli di awal pekan ini sebagian pelaku pasar akan berhati-hati karena data itu akan menentukan tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) yang akan ditetapkan pertengahan Agustus ini.

"Konsensus ekonom memperlihatkan bahwa inflasi Juli bakal sebesar 0,85 persen, naik dari angka 0,66 persen yang ada di bulan sebelumnya," katanya.

Ia memproyeksikan IHSG hari ini bakal bergerak di kisaran 5.179  sampai 5.335 poin dengan kecenderungan menguat.

Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya mengharapkan data perekonomian yang akan dipublikasikan hari ini menunjukkan kondisi perekonomian domestik yang stabil sehingga peluang IHSG mengalami penguatan kembali terbuka.

"Aliran dana asing juga diharapkan masih masuk ke pasar saham domestik sehingga turut menjaga laju IHSG BEI ke depannya," katanya.

Di tingkat regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng melemah 295,70 poin (1,35 persen) ke level 22.187,07; indeks Nikkei naik 9,41 poin (0,06 persen) ke level 16.578,68; dan Straits Times menguat 20,95 poin (0,77 persen) ke posisi 2.890,29. (*)


Pewarta: Supervisor
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026