Momentum tahun ajaran baru di pertengahan bulan Juli 2016 secara historis dapat menjadi potensi risiko tekanan inflasi, sehingga harus diantisipasi.
Jember (Antara Jatim) - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Jember memprediksi inflasi pada bulan Juli 2016 di daerah itu di kisaran 0,17 persen hingga 0,27 persen atau lebih rendah dibandingkan inflasi pada Juni 2016 sebesar 0,28 persen.

Wakil Ketua TPID Jember Achmad Bunyamin di Jember, Jumat mengatakan tekanan inflasi diperkirakan akan relatif stabil kembali pada  Juli 2016 seiring dengan kembali normalnya tingkat konsumsi masyarakat setelah Lebaran dan masih berlangsungnya panen produk hortikultura.

"Momentum tahun ajaran baru di pertengahan Juli 2016 secara historis dapat menjadi potensi risiko tekanan inflasi, sehingga harus diantisipasi," katanya.

Menurut dia, faktor risiko inflasi yakni meningkatnya biaya dan harga komoditas terkait dengan pendidikan menjelang tahun ajaran baru, sehingga hal tersebut diprediksi menjadi salah satu faktor pemicu tingginya inflasi di Jember.

"Kendati demikian, ada beberapa hal yang mendukung terkendalinya harga yakni masih berlangsungnya panen produk hortikultura seperi cabai rawit, cabai merah besar, dan bawang merah," tuturnya.

Selain itu, lanjut dia, tingkat konsumsi masyarakat yang kembali normal setelah momentum Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriyah juga menjadi pendukung terkendalinya laju inflasi di Jember.

"Harga bahan bakar minyak (BBM) dunia yang relatif terkendali dan nilai kurs juga menjadi salah satu pengendali laju inflasi juga," katanya.

Sementara Kepala Seksi Statistik dan Distribusi BPS Jember Candra Birawa mengatakan pemerintah harus mengantisipasi kenaikan harga bahan pokok setelah Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriah yang diprediksi masih tinggi, agar tidak memicu laju inflasi di Jember.

"Apalagi, selama lebaran nanti diprediksi harga kebutuhan pokok masih akan melambung tinggi. Hal itu berbanding lurus dengan meningkatnya aktifitas masyarakat selama lebaran," katanya.

Selain itu, lanjut dia, juga harus diantisipasi faktor lain yakni angkutan yang diprediksi akan mempengaruhi kenaikan inflasi bulan Juli 2016.(*)


Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026