Jakarta (Antara) - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu pagi, bergerak melemah sebesar 10 poin sementara  Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, dibuka melanjutkan penguatan, sebesar 12,76 poin. 

 Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu pagi, bergerak melemah sebesar 10 poin menjadi Rp13.081 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp13.071 per dolar AS.

"Laju penguatan nilai tukar rupiah cenderung tertahan di tengah pergerakan dolar AS yang menguat di kawasan Asia," kata Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta, Rabu.

Ia menambahkan bahwa pelaku pasar cenderung masuk dalam aset "safe haven" seperti dolar AS menyusul lembaga dana moneter internasional (IMF) memangkas proyeksinya atas pertumbuhan ekonomi global lebih rendah 0,1 persen, itu adalah pemangkasan yang kelima kali.

Kendati demikian, lanjut dia, eforia amnesti pajak yang masih berlanjut dapat mendorong nilai tukar rupiah kembali bergerak ke area positif.

"Ada penambahan likuiditas global, seharusnya itu dapat memperkuat kurs khususnya di negara berkembang, termasuk rupiah," katanya.

Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada menambahkan bahwa menjelang Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI), pelaku pasar cenderung megambil posisi "wait and see" untuk mengetahui arahan kebijakan moneter di dalam negeri.

"Di tengah penantian itu pergerakan rupiah cenderung berada dalam area konsolidasi," katanya.

Secara teknikal, lanjut dia, nilai tukar rupiah rupiah juga masih berada dalam area konsolidasi yang menandakan pelaku pasar masih menunggu adanya sinyal dan konfirmasi sentimen baru dari pemerintah.

IHSG

Sementara itu,  IHSG di Bursa Efek Indonesia, Rabu, dibuka melanjutkan penguatan, sebesar 12,76 poin kembali ditopang oleh sentimen amnesti pajak.

IHSG menguat 12,76 poin atau 0,25 persen menjadi 5.185,59. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak menguat 3,18 poin (0,36 persen) menjadi 894,23.

"Euforia pasar atas amnesti pajak masih menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan IHSG dalam beberapa hari terakhir ini," kata Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere di Jakarta.

Ia menambahkan, selain pemerintah yang terus berupaya untuk melancarkan program amnesti, BEI juga berencana memberikan insentif pada aktivitas crossing saham dan relaksasi aturan tender offer bagi pemilik modal yang ikut program amnesti pajak.

Kendati demikian, lanjut dia, pelaku pasar diharapkan tetap waspada terhadap aksi ambil untung yang dilakukan pemodal mengingat sebagian harga saham di dalam negeri mulai masuk dalam area jenuh beli.

Sementara itu, Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan, penguatan IHSG relatif terbatas menyusul mata uang rupiah yang cenderung bergerak mendatar.

"Pergerakan rupiah yang mendatar diikuti harga minyak dunia yang cenderung menurun dapat menjadi faktor penahan bagi IHSG," katanya.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng menguat 119,81 poin (0,55 persen) ke level 21.793,01, indeks Nikkei turun 122,34 poin (0,73 persen) ke level 16.600,97, dan Straits Times menguat 19,14 poin (0,66 persen) ke posisi 2.938,54.  (*)


Pewarta: Slamet Hadi Purnomo
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026