Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu pagi, bergerak menguat 10 poin menjadi Rp13.096 dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.106 per dolar AS.
Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakata, Rabu mengatakan bahwa peluang penguatan rupiah masih tersedia sejalan dengan kurs di kawasan Asia merespon harga komoditas yang kembali bergerak menguat.
"Penguatan harga komoditas kembali membuka peluang untuk mendorong rupiah kembali terapresiasi terhadap dolar AS," katanya.
Di sisi lain, lanjut dia, komentar pejabat bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang masih percaya bahwa suku bunga acuan (Fed fund rate) target hanya naik satu kali di 2016 juga menekan dolar AS.
Dari dalam negeri, ia mengatakan bahwa aliran dana asing ke pasar surat utang domestik yang masih kuat turut menjaga fluktuasi mata uang domestik untuk bergerak di area positif.
Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada menambahkan bahwa laju mata uang rupiah kembali bergerak menguat ke level Rp13.000 per dolar AS setelah sempat mengalami koreksi pada hari sebelumnya (Selasa, 12/7) akibat ambil untung.
"Rupiah mulai bergerak menguat meski relatif masih terbatas. Minat investor terhadap aset berdenominasi rupiah masih cukup tinggi mengingat kondisi ekonomi domestik yang stabil," katanya.
IHSG
Sementara itu, IHSG di Bursa Efek Indonesia, Rabu, dibuka menguat 13,45 poin seiring dengan pergerakan bursa saham di kawasan Asia.
IHSG BEI dibuka naik 13,45 poin atau 0,26 persen menjadi 5.112,98. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak menguat 3,35 poin (0,38 persen) menjadi 880,51.
"Sejalan dengan pergerakan bursa saham Asia, IHSG kembali bergerak menguat meski sebagian investor mulai khawatir akan adanya aksi ambil untung," kata NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, salah satu penopang IHSG yakni pelaku pasar asing yang masih terus melakukan aksi belinya secara masif, menandakan ekspektasi ekonomi Indonesia ke depan akan baik.
"Sentimen pengampunan pajak di dalam negeri, stimulus ekonomi Jepang, dan meredanya kekhawatiran Inggris keluar dari Uni Eropa (Brexit) menjadi pendorong aksi beli itu," katanya.
Kendati demikian, lanjut dia, pelaku pasar diharapkan tetap waspada mengingat faktor teknikal menunjukan harga saham di dalam negeri sudah mulai masuk dalam area jenuh beli sehingga rawan aksi ambil untung.
Sementara itu, Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya mengatakan bahwa momentum kenaikan IHSG terlihat masih akan berlanjut, investor masih dapat melakukan akumulasi.
"Data perekonomian dalam negri yang telah dan akan dilansir dalam pekan ini masih memberikan sinyal positif dan dapat menjaga IHSG," katanya.
Namun, lanjut dia, jika IHSG BEI mengalami koreksi, investor diharapkan tidak panik karena situasi itu dapat dimanfaatkan untuk melakukan akumulasi pembelian secara selektif.
Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng menguat 198,37 poin (0,93 persen) ke level 21.423,11, indeks Nikkei naik 280,99 poin (1,75 persen) ke level 16.376,64, dan Straits Times menguat 14,71 poin (0,51 persen) ke posisi 2.916,83. (*)
Pewarta: SupervisorEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.