"Arus balik kami perkirakan akan mulai H+3 dan H+4," kata Kepala Dishub Bojonegoro Iskandar, di Bojonegoro, Kamis.Bojonegoro (Antara Jatim) - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, memperkirakan arus balik ke berbagai jurusan dari Terminal Rajekwesi, dengan kendaraan pribadi, juga di stasiun kereta api (KA) mulai H+3 atau Sabtu (9/7).
"Arus balik kami perkirakan akan mulai H+3 dan H+4," kata Kepala Dishub Bojonegoro Iskandar, di Bojonegoro, Kamis.
Hal senada disampaikan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UTP) Terminal Rajekwesi Dishub Bojonegoro Sentot Sugeng W., yang menyebutkan penumpang yang naik bus ke berbagai jurusan yang merupakan arus balik akan terjadi Sabtu (9/7) dan Minggu (10/7).
"Soalnya pekan depan pegawai negeri sipil (PNS) juga pegawai swasta sudah masuk kerja," katanya menegaskan.
Menurut dia, penumpang yang naik bus ke berbagai jurusan, antara lain, ke Nganjuk, Ngawi, Tuban, juga Cepu, Jawa Tengah, di terminal setempat lebih banyak didominasi penumpang yang berlebaran.
"Penumpang yang naik sekarang lebih banyak warga yang berlebaran," tandasnya.
Data di terminal setempat hanya ada 2.151 penumpang dari berbagai jurusan yang turun di terminal setempat, Kamis (6/7). Jumlah kendaraan yang beroperasi hanya 133 bus, yang biasanya bisa mencapai 204 bus.
Begitu pula, lanjut dia, penumpang yang berangkat dari terminal setempat dengan tujuan ke berbagai jurusan, antara lain, Surabaya, Malang, Nganjuk, juga kota lainnya hanya 1.881 penumpang.
Menurut dia, jumlah penumpang datang dan berangkat di terminal sehari lalu itu, jumlahnya jauh menurun dibandingkan penumpang arus mudik dengan jumlah tertinggi mencapai sekitar 4.500 penumpang.
"Yang jelas dalam dua hari ini penumpang di terminal didominasi warga yang berlebaran bisa antar kecamatan di Bojonegoro atau ke Ngawi, Nganjuk, Tuban, dan Cepu, Jawa Tengah," tuturnya.
Ia menambahkan mengantisipasi kemungkinan ada ledakan penumpang arus balik di terminal setempat sudah disediakan 90 bus cadangan.
Kemungkinan terjadinya ledakan penumpang, lanjut dia, berdasarkan perhitungan yang dilakukan pada lebaran tahun ini terjadi peningkatan arus mudik dan balik sekitar 15 persen dibandingkan lebaran tahun lalu.
"Kalau memang ada ledakan penumpang arus balik maka bus cadangan akan dioperasikan," ucapnya. (*)
Pewarta: Slamet Agus SudarmojoEditor : Tunggul Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.