Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat mengecek kesiapan posko kesehatan di Banyuwangi, Kamis menjelaskan posko yang disebar di beberapa titik rawan kecelakaan itu akan siaga selama 24 jam.
"Memasuki 'H-5' Lebaran, arus mudik yang masuk ke wilayah Banyuwangi mulai ramai," ucapnya.
Untuk Untuk memastikan kesiapan pos-pos kesehatan tersebut, Anasmengecek langsung kesiapan personel dan kelengkapan penunjang medis yang disediakan di dalam pos-pos tersebut.
Pengecekan sejumlah posko kesehatan tersebut diawali dari Pelabuhan Ketapang. Di ujung timur Pulau Jawa itu Azwar Anas mengecek kesiapan petugas serta perlengkapan penunjang penanganan medis yang disiapkan. Selanjutnya pengecekan dilakukan di posko kesehatan di area Watu Dodol.
"Setelah kami melakukan pengecekan, khususnya di jalur pantura, semua dalam kondisi siap untuk digunakan," ujar Anas.
Sebanyak 18 pos kesehatan itu terdiri atas sembilan pos kesehatan yang didirikan di sepanjang jalan nasional, mulai dari Wongsorejo, Watu Dodol, Ketapang, Kota Banyuwangi, Rogojampi, Srono, Jajag, Genteng dan Kalibaru.
Selain itu, ada enam pos kesehatan yang berdiri di lokasi wisata, di antaranya Paltuding (Gunung Ijen), Pantai Boom, Pantai Mustika, Pantai Pulau Merah, Grajagan, dan Pantai Blimbingsari. Sebanyak duapos kesehatan di tempat peristirahatan Wongsorejo dan Kalibaru serta satu pos kesehatan di Bandar Udara Blimbingsari.
"Meskipun kami memastikan pos-pos kesehatan bisa siap digunakan dan siaga selama arus mudik Lebaran, namun kami berharap kecelakaan selama arus mudik dapat dihindari atau diminimalkan. Apalagi rambu-rambu lalu lintas juga telah dilengkapi dan lampu penerangan jalan (LPJU) juga ditambah di ruas-ruas jalan kabupaten," tutur Azwar Anas.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Banyuwangi dr Wiji Lestariono menambahkan setiap pos kesehatan dilengkapi dengan petugas kesehatan yang terdiri atas dokter dan perawat. Mereka berasal dari 45 puskesmas se-Kabupaten Banyuwangi. Setiap harinya ada tiga shift yang bertugas di setiap pos dan setiap shiftnya terdiri atas tiga petugas kesehatan.
"Kami membagi habis seluruh petugas dari 45 kecamatan di pos-pos kesehatan yang tersebar di berbagai lokasi. Semua petugas telah siap untuk melakukan pertolongan pertama apabila terjadi kecelakaan," imbuh dr. Rio, sapaan akrabnya.
Rio menambahkan, apabila terjadi kecelakaan maka pasien yang terluka akan ditangani sesuai prosedur PPGD. Apabila memerlukan penanganan lebih lanjut maka pasien akan dirujuk ke rumah sakit terdekat dengan menggunakan ambulans yang telah siaga.
"Posko kami terintegrasi dengan rumah sakit swasta dan rumah sakit pemerintah se-Banyuwangi. Maka apabila membutuhkan penanganan lebih lanjut maka pasien akan dirujuk ke rumah sakit yang terdekat dengan posko," ujarnya.(*)
Pewarta: Masuki M. AstroEditor : Chandra Hamdani Noer
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.