Banyuwangi (ANTARA) - Bandara Internasional Banyuwangi, Jawa Timur, mengaktifkan Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2026 sebagai pusat koordinasi dan pemantauan pergerakan pesawat dan penumpang selama arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 Hijriah.
"Posko terpadu ini juga untuk percepatan penanganan apabila terjadi kondisi darurat atau kendala operasional," kata General Manajer Bandara Internasional Banyuwangi Mohamad Holik Muardi dalam keterangan di Banyuwangi, Jumat.
Dia menyampaikan 66 personel gabungan dilibatkan dalam kegiatan posko terpadu angkutan Lebaran di bandara di Kecamatan Blimbingsari itu. Mereka terdiri atas 30 personel internal Bandara Banyuwangi dan 36 personel eksternal yang berasal dari unsur TNI dan Polri, BMKG, serta Kantor Kesehatan Pelabuhan.
Menurut dia, selama periode angkutan Lebaran seluruh personel operasional dan layanan penumpang serta aviation security dan tim teknis disiagakan untuk memastikan pelayanan berjalan optimal.
Selain aspek operasional dan keamanan penerbangan, kata dia, manajemen bandara juga memastikan kenyamanan pengguna jasa melalui peningkatan kebersihan area terminal, optimalisasi alur keberangkatan dan kedatangan penumpang, kesiapan fasilitas pendukung, serta penyediaan informasi penerbangan yang akurat dan mudah diakses oleh masyarakat.
"Melalui posko terpadu, kami melakukan monitoring harian terhadap pergerakan pesawat dan penumpang agar setiap dinamika operasional di lapangan dapat ditangani dengan cepat dan tepat, kami berkomitmen menghadirkan pelayanan yang aman, nyaman, dan lancar bagi seluruh pengguna jasa," kata dia.
Berbagai persiapan lainnya secara menyeluruh dilakukan untuk memastikan operasional penerbangan selama periode angkutan Lebaran berjalan aman, tertib, dan lancar, seperti optimalisasi fasilitas sisi udara (airside) dan sisi darat (landside), peningkatan pengawasan keamanan dan keselamatan penerbangan.
Selain itu, penguatan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan meliputi maskapai, TNI/Polri, AirNav Indonesia, perusahaan ground handling serta instansi terkait lainnya.
"Periode angkutan Lebaran merupakan momen penting yang membutuhkan kesiapan maksimal dari seluruh unsur operasional bandara, dalam masa-masa ini, mobilitas masyarakat sangat tinggi, oleh karena itu kami ingin memastikan seluruh fasilitas, personel dan prosedur operasional berada dalam kondisi siap mendukung kelancaran arus mudik/balik Lebaran," kata Holik Muardi.
Menurut dia, salah satu persiapan yang juga sudah dilakukan pihak bandara adalah pelaksanaan ramp check terhadap kendaraan dan peralatan ground handling di area operasional bandara.
Pemeriksaan ini mencakup sejumlah peralatan operasional seperti baggage towing tractor, baggage car, towing bar, dan conveyor belt.
"Ramp check ini bertujuan untuk memastikan seluruh kendaraan dan peralatan ground handling berada dalam kondisi laik operasi, memenuhi standar keselamatan, serta siap mendukung kelancaran operasional penerbangan selama periode Lebaran," katanya.
Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2026 selama 18 hari mulai 13-30 Maret 2026, Bandara Internasional Banyuwangi memproyeksikan akan melayani 7.175 penumpang.
Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada Rabu (18/3), sedangkan puncak arus balik diprediksi pada Minggu (29/3).
Pewarta: Novi HusdinariyantoEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026