Jakarta (Antara) - Nilai tukar rupiah dalam transaksi antarbank di Jakarta turun 74 poin sedangkan Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin dibuka melemah 30,52 poin. 

 Nilai tukar rupiah dalam transaksi antarbank di Jakarta turun 74 poin menjadi Rp13.465 per dolar AS pada Senin pagi.

"Sentimen Inggris keluar dari Uni Eropa (Brexit) kembali mendorong aksi jual aset berisiko dan meningkatkan permintaan aset safe haven seperti dolar AS," kata Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta.

Ia mengatakan sentimen Brexit yang juga berdampak pada penurunan harga komoditas, menambah risiko nilai tukar mata uang komoditas terhadap dolar AS tertekan.

Namun, ia menjelaskan, fokus pelaku pasar uang yang mulai beralih ke pengesahan undang-undang pengampunan pajak serta Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2016 dapat menjadi sentimen positif bagi pasar uang di dalam negeri.

"Sentimen positif kesepakatan tersebut berpeluang mengembalikan risk appetite terhadap aset berdenominasi rupiah yang lebih dini pasca-shock yang bersumber dari Brexit," katanya.

Analis PT Platon Niaga Berjangka Lukman Leong mengatakan sentimen Brexit menambah ketidakpastian pasar keuangan global, termasuk Indonesia, mengingat rencana kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (Fed fund rate) masih belum jelas.

Kendati demikian, ia yakin dampak negatif dari Brexit tidak terlalu besar bagi Indonesia dan peluang rupiah kembali menguat masih terbuka, apalagi fundamental ekonomi Indonesia masih baik.

"Pelaku pasar akan menyesuaikan posisi rupiah sesuai dengan fundamental ekonomi domestik," katanya. 

IHSG


Sementara itu, Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin dibuka melemah 30,52 poin, masih dibayangi sentimen Inggris keluar dari Uni Eropa (Brexit).

IHSG turun 30,52 poin atau 0,63 persen menjadi 4.804,05. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak turun 7,59 poin (0,92 persen) menjadi 817,02.

"Aksi lepas saham di dalam negeri kembali berlanjut, sentimen Inggris keluar dari Uni Eropa masih menjadi salah satu faktornya," kata Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta.

Ia menambahkan, sentimen Brexit yang juga masih membayangi laju bursa saham global membuat indeks BEI kembali tertahan untuk bergerak di area positif.

Kendati demikian, lanjut dia, pelemahan indeks BEI masih relatif terbatas menyusul sebagian investor menilai bahwa efek Brexit tidak berdampak fundamental, sehingga sebagian pelaku pasar juga mulai melakukan aksi beli secara selektif.

"Harga saham domestik sudah menawarkan level entry yang menarik, namun pelaku pasar diharapkan tetap waspada," katanya.

Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya menambahkan sentimen Brexit diproyeksikan bersifat sementara, ke depan tentu ada sejumlah kebijakan yang dapat membuat pasar akan lebih tenang dan kembali stabil.

Sementara itu, bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng melemah 204,17 poin (1,01 persen) ke level 20.054,96, indeks Nikkei naik 224,25 poin (1,50 persen) ke level 15.180,00, dan Straits Times melemah 11,51 poin (0,44 persen) ke posisi 2.723,27. (*)



Pewarta: Supervisor
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026