Bantuan ini memang kami peruntukkan bagi UKM yang sedang tumbuh dan berkembang, dan tujuannya agar pelaku usaha UKM dapat mengelola unit usahanya secara lebih baik, produktif, dan profesional
Gresik, (Antara Jatim) - Perseroan terbatas Petrokimia Gresik yang merupakan salah satu BUMN bidang pangan, menyalurkan pinjaman modal kerja kepada pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) dengan total pinjaman mencapai Rp7,03 miliar. 

Direktur Utama Petrokimia Gresik Nugroho Christijanto di Gresik, Selasa mengatakan bantuan itu diberikan kepada UKM yang menjadi mitra binaan perusahaan, dan ditujukan untuk suntikan modal kerja.

"Bantuan ini memang kami peruntukkan bagi UKM yang sedang tumbuh dan berkembang, dan tujuannya agar pelaku usaha UKM dapat mengelola unit usahanya secara lebih baik, produktif, dan profesional," ucapnya.

Ia mengatakan, program bantuan ini merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap upaya pemerintah yang terus mendorong UKM Indonesia agar memiliki daya saing tinggi, inovatif, dan kreatif.

UKM penerima modal kerja dari Petrokimia berasal dari sejumlah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, seperti Blora, Bojonegoro, Gresik, Jombang, Lamongan, Madiun, Magetan, Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Ponorogo dan Tuban. 

"Total penerima sebanyak 77 UKM dengan total anggota mencapai 574 orang dan bergerak di 4 sektor usaha yaitu pertanian (Rp 3,49 miliar), peternakan (Rp 3,18 miliar), perdagangan (Rp 320 juta), dan industri (Rp 40 juta)," katanya.

Nugroho mengatakan, bantuan ini juga sebagai komitmen Petrokimia yang terus membantu pelaku usaha kecil dan menengah dalam mengembangkan usahanya. 

"Harapannya, mereka mampu menjadi unit usaha yang produktif dan menggerakkan roda perekonomian wilayah dengan membuka lapangan pekerjaan, berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD), serta mendorong perkembangan usaha," katanya.

Sementara itu, total rencana bantuan pinjaman modal yang akan disalurkan Petrokimia pada tahun 2016 mencapai  Rp39,57 miliar, dan hingga Mei 2016 telah disalurkan sebanyak Rp4,16 miliar, dan diberikan kepada UKM yang bergerak di tujuh sektor usaha, yaitu pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, perdagangan, industri, dan jasa.

"Kami berharap mereka mampu menjadi UKM unggul, menembus pasar ekspor, dan bersaing dengan pelaku usaha UKM luar negeri," katanya.(*)



Pewarta: A Malik Ibrahim
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026