Nganjuk (ANTARA) - PT Petrokimia Gresik memperkuat pengembangan bawang merah unggulan Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, melalui program "Pestani Bawang Merah Nyawiji" untuk mendorong peningkatan kualitas dan produktivitas komoditas hortikultura tersebut.

Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik Adityo Wibowo mengatakan program tersebut menjadi wadah bagi petani untuk meningkatkan kualitas budidaya sekaligus memperkuat kolaborasi dalam pengembangan bawang merah sebagai salah satu komoditas unggulan daerah.

"Kami ingin hadir lebih dekat dengan petani. Kami tidak ingin berhenti pada penyediaan pupuk, tetapi juga terus mendorong edukasi pemupukan berimbang, layanan uji tanah, pendampingan budidaya, pemanfaatan teknologi pertanian, serta penguatan ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir," kata Adityo di Nganjuk, Senin.

Ia menjelaskan Jawa Timur memiliki peran strategis dalam produksi bawang merah nasional. Berdasarkan data 2024, produksi bawang merah Jawa Timur mencapai 476.666 ton dari luas panen sekitar 53.681 hektare, sedangkan produksi nasional mencapai 2,08 juta ton dari luas panen 188.561 hektare.

Menurut Adityo, Kabupaten Nganjuk merupakan salah satu sentra utama bawang merah di Jawa Timur dengan varietas lokal unggulan Tajuk atau Tanaman Asli Nganjuk.

Varietas tersebut dikenal memiliki warna menarik, ukuran umbi yang relatif seragam, kualitas baik, serta daya simpan yang mendukung kebutuhan pasar.

"Pestani bukan sekadar kompetisi. Pestani kami hadirkan sebagai ruang bagi para petani untuk belajar, berbagi pengalaman, membangun kolaborasi, sekaligus menunjukkan praktik budi daya terbaik pada komoditas unggulan daerah," ujarnya.

Program Pestani Bawang Merah Nyawiji melibatkan petani dari enam kecamatan, yakni Wilangan, Bagor, Nganjuk, Rejoso, Sukomoro dan Gondang.

Kompetisi budi daya tersebut menilai sejumlah aspek, meliputi keseragaman umbi dengan bobot 35 persen, berat 50 persen dan dokumentasi 15 persen. Penilaian itu ditujukan untuk mendorong petani memperhatikan kualitas hasil secara terukur, selain meningkatkan produktivitas.

Adityo mengatakan istilah "Nyawiji" bermakna menyatukan langkah. Semangat tersebut dinilai penting dalam pengembangan sektor pertanian melalui kolaborasi antara petani, pemerintah, dunia usaha dan pemangku kepentingan lainnya.

"Untuk memajukan pertanian, kita harus menyatukan langkah antara petani, pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, Pestani Bawang Merah Nyawiji kami harapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan bersama untuk memperkuat bawang merah Nganjuk," katanya.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan sarasehan bersama petani dan pemangku kepentingan, panen bersama, serta pemberian penghargaan kepada petani berprestasi.

Salah seorang petani asal Kecamatan Gondang, Suheri, mengapresiasi pendampingan yang diberikan Petrokimia Gresik kepada petani bawang merah.

Ia berharap program tersebut dapat meningkatkan produktivitas sekaligus pendapatan petani.

"Kami mendapatkan informasi terkait pupuk nonsubsidi yang terbukti mendorong peningkatan produktivitas bawang merah. Tanaman hasilnya berkualitas," katanya.

Selain bawang merah, Program Pestani juga dikembangkan untuk sejumlah komoditas unggulan di wilayah Jawa Timur, antara lain cabai rawit di Malang, Probolinggo, Mojokerto, Kediri dan Blitar, melon di kawasan Pantura, serta semangka di wilayah Tapal Kuda.



Pewarta: Asmaul Chusna
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026