"Untuk sementara kami melibatkan sekitar 100 mahasiswi Situbondo dari Universitas Ibrohimy Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo, Kecamatan Banyuputih. Mahasiswa Universitas tersebut dilibatkan untuk pendampingan ibu hamil karena kebetulan sangat pas dengan program kami," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Situbondo Abu Bakar Abdi di Situbondo, Rabu.
Ia mengemukakan bahwa dari ratusan mahasiswi itu, disebar di 17 kecamatan yang ada di Situbondo, untuk melakukan pendampingan terhadap setiap ibu hamil. Selain itu nantinya mereka akan dibantu oleh para kader-kader pos pelayanan terpadu (posyandu).
Dengan melibatkan mahasiswi dalam program pendampingan ibu hamil, kata dia, diharapkan para mahasiswi akademi kebidanan itu nantinya juga bisa belajar langsung cara-cara mendampingi ibu hamil tahap demi tahap dan juga dapat membantu bidan dan kader yang bertugas.
"Mahasiswi yang kami libatkan juga dapat belajar mulai dari resiko-resiko ibu hamil hingga perencanaan persalinan dan persiapan persalinan. Tugas mahasiswi itu terus melaporkan perkembangan ibu hamil yang didampinginya melalui bidan koordinator masing-masing wilayah dan selanjutnya bidan menyampaikan ke Dinas Kesehatan," katanya.
Abu Bakar menjelaskan, keterlibatan mahasiswi mendampingi ibu hamil tersebut, tentunya akan dapat membantu tugas semua bidan dan kader posyandu dalam rangka menekan angka kematian ibu melahirkan. Karena kebanyakan ibu hamil yang sulit terjangkau oleh bidan seringkali memeriksakan kandungannya tidak rutin dan hal tersebut dapat beresiko saat melahirkan.
"Oleh karena itu mahasiswi bertugas melaporkan setiap perkembangan ibu hamil yang didampinginya kepada bidan melalui aplikasi grup "Whatsapp" (WA)," katanya.
Ia menambahkan, dari catatan Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo, pada 2012 angka kematian ibu (AKI) melahirkan berjumlah 19 orang, pada 2013 menurun menjadi 17 orang dan pada 2014 bertahan 17 orang. Sementara pada 2015 kembali menurun menjadi 13 orang dari jumlah ibu melahirkan hidup atau selamat sebanyak 9.435 orang.
"Sedangkan dari Januari hingga April 2016 jumlah angka kematian ibu melahirkan sebanyak lima orang dari sekitar 3.200 ibu melahirkan hidup atau selamat saat melahirkan," katanya. (*)
Pewarta: Novi HusdinariyantoEditor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.