"Pada tahap pertama pencairan uang bantuan dari program Kementerian Sosial tahun ini, peserta penerima berkurang 82 penerima, karena dari hasil survei di lapangan seluruh pendamping PKH di tingkat kecamatan telah menemukan peserta yang tidak layak menerima bantuan,” ujar Sekretaris Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Situbondo, Suratmin, di Situbondo, Kamis.
Ia mengemukakan seharusnya jumlah penerima bantuan uang PKH tersebut, sesuai jumlah yang direalisasikan oleh Kemensos, yakni 10.704 peserta. Namun karena ada temuan jika ada 82 peserta tidak layak menerima sehingga pendamping PKH langsung mencoret peserta yang tidak masuk kategori menjadi peserta.
Menurutnya, para peserta penerima bantuan itu untuk tahap pertama menerima seperempat dari jumlah uang bantuan tetap Rp500.000 per kepala keluarga per tahun, dan jika memiliki anak sekolah SD ditambah Rp450.000, anak SMP Rp750.000, serta bagi yang memiliki anak bersekolah SMA akan ditambah bantuan Rp1.000.000.
“Sedangkan bagi peserta penerima PKH yang memiliki ibu hamil, menyusui, balita, atau prasekolah akan mendapatkan bantuan uang sebesar Rp1.000.000. Semuanya pada tahap awal diberikan seperempat atau dibagi menjadi empat tahap dalam satu tahun,” tuturnya.
Dari 10.622 peserta penerima yang tersebar di 17 kecamatan di Kabupaten Situbondo, kata Suratmin, paling banyak peserta penerima di Kecamatan Besuki, yakni 1.900 KSM, sedangkan paling sedikit peserta penerima yakni di Kecamatan Jangkar, yang hanya berjumlah 600 peserta penerima.
“Kalau di Kecamatan Jangkar memang paling sedikit, akan tetapi tidak menutup kemungkinan karena belum terdata menjadi peserta program PKH. Kalau di kecamatan lainnya rata-rata jumlah pesertanya 800 peserta,” katanya.
Suratmin yang juga Kepala Bidang Bantuan Pelrindungan Sosial (Kabid Balinsos) pada Dinas Sosial Kabupaten Situbondo itu juga menyampaikan bahwa pelaksanaan pencairan bantuan uang PKH sampai saat sekarang masih berlangsung dan diperkirakan pelaksanaan pencairan tahap pertama akan berakhir pada 8 Mei.
“Jumlah uang PKH yang dicairkan untuk 2016 pada tahap pertama sebanyak Rp16 miliar. Dan tahap kedua nantinya diperkirakan akan dilaksanakan pada akhir Juni,” paparnya. (*)
Pewarta: Novi HusdinariyantoEditor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.