Kalau kita perhatikan dari kebutuhan 1500 unit pada tahun 2015, baru sekitar 60 persen yang bisa dipenuhi pemerintah. Itu pun sebagian besar masih impor, dan untuk konten lokalnya hanya beberapa suku cadang sajaGresik, (Antara Jatim) - Direktur Utama PT Barata Indonesia (Persero) Zakky Gamal Yasin menyatakan kebutuhan traktor nasional sangat tinggi untuk memenuhi program pemerintah dalam upaya memodernisasi sarana dan prasarana alat mesin pertanian.
"Kalau kita perhatikan dari kebutuhan 1500 unit pada tahun 2015, baru sekitar 60 persen yang bisa dipenuhi pemerintah. Itu pun sebagian besar masih impor, dan untuk konten lokalnya hanya beberapa suku cadang saja," kata Zakky di Gresik, Kamis.
Zakky mengatakan PT Barata Indonesia (Persero), selaku BUMN bidang kontrak rekayasa, pengadaan dan mesin konstruksi siap memenuhi kebutuhan traktor nasional itu secara bertahap, salah satunya akan meluncurkan produk traktor roda empat multiguna.
"Sekitar bulan Oktober-November 2016 akan kita luncurkan produk tersebut, dan sekarang masih dalam penggodokan. Kita harapkan secara bertahap bisa memenuhi pasar tahun 2017," ucap Zaky yang ditemui usai acara peringatan HUT 45 tahun PT Barata Indonesia.
Ia mengatakan, perusahaan yang dipimpinnya berusaha masuk dengan produk inovasi baru tersebut karena selama ini sudah dikenal secara kualitas dan berpengalaman, serta mempunyai fasilitas produksi yang mendukung hal tersebut.
"Kita optimis masuk pasar dan memenuhi kebutuhan traktor nasional pada tahun 2017, sebab sesuai program jangka panjang pemerintah kebutuhan traktor sebanyak 2000 unit itu sampai pada tahun 2019," katanya.
Zakky mengatakan pada tahap awal PT Barata Indonesia akan kerja sama dengan Tiongkok untuk pemenuhan mesin traktor, dan secara bertahap melalui transfer teknologi akan sepenuhnya menggunakan komponen lokal.
Target awal, kata Zakky, penggunaan komponen lokal masih sekitar 50 persen dan secara berharap akan sepenuhnya menggunakan komponen lokal.
"Bidikan pasar produk traktor roda empat multiguna ini meliputi industri pertanian, perkebunan, kehutanan serta pekerjaan umum. Dan pasar traktor masih sangat terbuka lebar baik dalam negeri atau luar negeri," katanya.
Sebelumnya, pemerintah pusat memberikan bantuan sejumlah traktor ke berbagai wilayah untuk menunjang sarana pertanian, serta menambah produktifitas sektor pertanian guna mendorong produksi beras.(*)
Pewarta: A Malik IbrahimEditor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.