Secara simbolis dengan kegiatan festival seni budaya itu akan diresmikan Jember sebagai Kota Pandhalungan, yakni kota yang mewadahi seluruh kreativitas seni dan budaya yang memang bisa berkembang bagus di Jember
Jember (Antara Jatim) - Pemerintah Kabupaten Jember menggelar Festival Seni Budaya Pendhalungan yang dipusatkan di alun-alun Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu, sebagai wujud legitimasi Pendhalugan sebagai budaya kabupaten setempat.

"Kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian untuk menyosialisasikan Pendhalungan sebagai budaya Jember, artinya wadah besar berbagai budaya, suku bangsa dan kreativitas yang bercampur layaknya Jember," kata Kepala Kantor Pariwisata dan Kebudayaan Jember, Sandi Suwardi Hasan di Jember.

Pada awal Mei 2016, lanjut dia, sudah dibentuk rumah budaya dan sarasehan budaya Pendhalungan, sehingga hal tersebut ditindaklanjuti dengan mempresentasikan kekayaan Pendhalungan Jember itu kepada masyarakat luas. 

"Secara simbolis dengan kegiatan festival seni budaya itu akan diresmikan Jember sebagai Kota Pandhalungan, yakni kota yang mewadahi seluruh kreativitas seni dan budaya yang memang bisa berkembang bagus di Jember," ucap mantan Kabag Humas Pemkab Jember itu.

Menurut dia, Festival Kuliner Pendhalungan yang digelar pada Jumat (13/5) juga merupakan salah satu rangkaian untuk mengenalkan masakan khas Jawa, Madura, Osing, Arab, dan Tiongkok, sehingga menjadi kekayaan kuliner nusantara Pendhalungan.

"Kami berharap dengan kegiatan festival itu, masyarakat luas semakin mengenal dengan budaya Pendhalungan dan berbagai rangkaian kegiatan seni itu dapat menarik wisatawan baik wisatawan domestik maupun mancanegara," katanya.

Sementara Manajer Kegiatan yang juga pelaku budaya di Jember, Djoko Suprianto mengatakan berbagai kesenian tradisional Pendhalungan akan ditampilkan dalam festival tersebut di antaranya tari reog, can macanan kaduk, tari labako, jaranan, dan barongsai.

"Jangan kaget, jika ada reog tapi berbeda dengan Reog Ponorogo karena reog tersebut juga dimodifikasi sesuai dengan khas Jember," tuturnya.

Ia menjelaskan  berbagai budaya yang akan ditampilkan pada malam hari seperti musik patrol, tari tradisional bedoyo Tirta Nirmala, sendratari Wirota Wirogati Mbalelo dan ditutup penampilan spesial Cariwak (Campursari Lawak) dan ketoprak humor.

"Hal itu akan menjadi kekayaan bagi Jember dan akan terus dilestarikan, serta dikembangkan untuk Jember kedepan. Saya sangat mengapresiasi langkah dari Pemkab Jember yang kemudian mematenkan Pandhalungan sebagai budaya asli Jember," ujarnya.

Kegiatan tersebut juga menarik perhatian Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrowi yang menyempatkan melihat festival tersebut di sela-sela menghadiri kegiatan di Institut Agama Islam Negeri Jember dan Universitas Islam Jember (UIJ) di Kabupaten Jember.(*)


Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026