“Agar tepat sasaran dalam melakukan Sensus Ekonomi 2016, kami sudah melakukan sosialisasi kepada seluruh elemen terkait, sejak 2015,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bondowoso Manu Atmojo, di Bondowoso, Minggu.
Ia mengemukakan sosialisasi itu telah dilakukan kepada seluruh SKPD, kepada asosiasi perusahaan, pemasangan baliho dan dialog interaktif melalui radio lokal milik pemerintah kabupaten setempat.
Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997, kata dia, BPS memiliki tugas dan kewajiban untuk menyediakan statistik dasar bidang ekonomi dengan melakukan sensus ekonomi sebagai informasi untuk pengembangan usaha dan daya saing bangsa.
“Para petugas sensus sebanyak 882 orang, sejak 1 Mei, sudah mulai melakukan pendataan pada semua kegiatan ekonomi masyarakat di Bondowoso, seperti industri rumah tangga, perusahaan, jasa online, hingga jasa tukang pijat,” katanya.
Manu menuturkan bahwa hasil sensus ekonomi itu menjadi dasar untuk menyusun database tentang unit-unit kegiatan ekonomi di masyarakat yang ditata berdasarkan kategori-kategori. Hasilnya nanti akan disampaikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada pidato kenegaraan bulan Agustus 2016.
“Ada tiga macam sensus yang dilakukan BPS setiap 10 tahun sekali, yaitu Sensus Penduduk untuk mendapatkan data base tentang kependudukan, Sensus Pertanian untuk memperoleh data dasar tentang pertanian mencakup perkebunan, peternakan, dan perikanan, serta Sensus Ekonomi, yakni sensus untuk mengetahui unit kegiatan ekonomi yang ada di masyarakat,” tuturnya.
Manu Atmojo juga menyampaikan akibat adanya pengurangan anggaran secara nasional, sensus ekonomi yang seharusnya tidak menggunakan sampling, kali ini ada di perdesaan yang kurang berpotensi di sektor ekonomi menggunakan sampling. (*)
Pewarta: Novi HusdinariyantoEditor : Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.