Jakarta (Antara) -  Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa ini menguat 10 poin, sedangkan  Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI)  naik sebesar 10,65 poin.

 Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa ini menguat 10 poin menjadi Rp13.149 dibandingkan posisi sebelumnya di posisi Rp13.159 per dolar AS.

"Sentimen positif mulai mendukung laju rupiah terhadap dolar AS. Kondisi mata uang Negeri Paman Sam itu juga cenderung tertekan di pasar global setelah data manufaktur Amerika Serikat menurun," kata Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta di Jakarta, Selasa.

Ia mengemukakan bahwa indeks manufaktur Amerika Serikat pada April mencapai 50,8, menurun dari periode Maret di 51,8. Kondisi harga minyak yang rendah dan dolar AS yang kuat membebani industri di AS.

"Data AS itu datang setelah data manufaktur negara-negara Euro yang justru membaik sehingga menambah tekanan pelemahan dolar AS," katanya.

Dari dalam negeri, lanjut dia, laju inflasi yang diumumkan stabil masih menjadi sentimen positif bagi rupiah. Menjelang akan dirilisnya angka pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia kuartal I 2016 yang positif juga menambah dukungan bagi mata uang domestik.

Badan Pusat Statistik mencatat pada April 2016 terjadi deflasi sebesar 0,45 persen, atau yang terbesar sejak tahun 2000. Dengan deflasi April sebesar 0,45 persen maka inflasi tahun kalender Januari-April 2016 tercatat 0,16 persen dan laju inflasi secara tahunan (year on year) 3,6 persen.

"Akan tetapi perlu diwaspadai jika harga minyak mentah dunia turun, karena biasanya dapat menekan ruppiah," katanya.

Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada menambahkan bahwa laju rupiah masih mampu bergerak di area positif jelang akhir sesi pertama perdagangan.

"Harapan pertumbuhan ekonomi domestik pada kuartal I 2016 menjadi salah satu faktor yang menopang," katanya.

IHSG Naik

Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa dibuka naik sebesar 10,65 poin seiring dengan proyeksi ekonomi domestik yang tumbuh.

IHSG BEI dibuka naik sebesar 10,65 poin atau 0,22 persen menjadi 4.818,97. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak menguaut 2,62 poin (0,32 persen) menjadi 829,24.

Vice President PT Valbury Asia Securities, Nico Omer Jonckheere di Jakarta, Selasa mengatakan bahwa indeks BEI berada di area positif menyusul ekonomi Indonesia kuartal I 2016 diprediksi mencapai 5,1 persen, lebih baik dibanding periode sama tahun sebelumnya 5,04 persen.

"Sedianya, Badan Pusat Statistis akan merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia periode kuartal I 2016 dalam waktu dekat ini," katanya.

Di sisi lain, lanjut dia, perubahan fraksi harga baru di Bursa Efek Indonesia yang efektif berlaku sejak 2 Mei 2016 diharapkan meningkatkan likuiditas perdagangan saham.

Ia menambahkan bahwa lembaga pemeringkat Standard & Poors (S&P) yang akan mereview prospek peringkat utang (credit rating) Indonesia diharapkan dapat menambah sentimen positif bagi pasar modal. Diharapkan, peringkat Indonesia meningkat menjadi lebih baik.

Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada menambahkan bahwa secara teknikal, pelemahan indeks BEI pada awal pekan kemarin (Senin, 2/5) membawa laju IHSG ke area jenuh jual, situasi itu mendorong pelaku pasar kembali melakukan aksi beli pada Selasa (3/5) ini.

"Faktor teknikal membuat sebagian investor melakukan aksi beli saham secara selektif. Di sisi lain diharapkan, sentimen positif mengenai pertumbuhan perekonomian kuartal I tetap terjaga sehingga menjaga pergerakan indeks BEI," katanya.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng melemah 254,27 poin (1,21 persen) ke level 20.812,78, indeks Nikkei turun 518,67 poin (1,21 persen) ke level 16.147,38, dan Straits Times melemah 18,15 poin (0,71 persen) ke posisi 2.817,81. (*)



Pewarta: Supervisor
Editor : Slamet Hadi Purnomo
COPYRIGHT © ANTARA 2026